Kamis, 17 Agustus 2017

Angkasa Pura Diminta Jalin Kerja Sama dengan Bandara BLU

Jum'at, 17 Februari 2017 | 23:00 WIB
Petugas SAR gabungan membawa peti jenazah korban kecelakaan pesawat Trigana Air di Kompleks Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, 20 Agustus 2015. Sebanyak 25 jenazah yang dibawa pesawat Trigana Air jenis twin otter dan helikopter TNI AD jenis Mil Mi-17, untuk dibawa ke RS Bhayangkara di Jayapura ANTARA/Andika Wahyu

Petugas SAR gabungan membawa peti jenazah korban kecelakaan pesawat Trigana Air di Kompleks Bandara Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, 20 Agustus 2015. Sebanyak 25 jenazah yang dibawa pesawat Trigana Air jenis twin otter dan helikopter TNI AD jenis Mil Mi-17, untuk dibawa ke RS Bhayangkara di Jayapura ANTARA/Andika Wahyu.

TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menawarkan kerja sama empat bandar udara berstatus Badan Layanan Umum (BLU) kepada PT Angkasa Pura I dan II. Keempat bandara BLU yang ditawarkan itu adalah Bandara Juwata,Tarakan, Bandara Sentani, Jayapura, Bandara Fatmawati Soekarno,Bengkulu, dan Bandara Radin Inten II, Lampung.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan penawaran kerja sama itu untuk lebih mendayagunakan bandara-bandara baik secara profesional maupun komersial. “Kami ingin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan memajukan kesejahteraan masyarakat di sekitar bandara itu,” ujar Budi, dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 17 Februari 2017.

Adapun Bandara Juwata dan Bandara Sentani ditawarkan kerja sama dengan PT Angkasa Pura I, sedangkan Bandara Fatmawati Soekarno dan Bandara Raden Inten II ditawarkan kerja sama dengan PT Angkasa Pura II. Budi menjelaskan PT Angkasa Pura I dan II merupakan Badan Usaha Bandara Udara (BUBU) dianggap sebagai perusahaan yang sudah berpengalaman mengelola bandara-bandara besar di Indonesia.

Pola kerja sama dengan BLU dan BUBU nantinya akan mengacu pada Keputusan Menteri Keuangan Nomor 136/PMK.05/2016 tentang Pengelolaan Aset Pada Badan Layanan Umum. Kegiatan usaha yang berpeluang dikerjasamakan di antaranya optimalisasi penggunaan lahan pada area komersial, optimalisasi penggunaan ruangan pada area terminal, pengelolaan parkir, pengelolaan kargo, dan pengelolaan sarana dan prasarana.

Kepala Bagian Kerjasama dan Humas Dirjen Perhubungan Udara Agoes Soebagio menyampaikan bahwa Bandara Juwata telah ditetapkan menjadi BLU melalui Keputusan Menteri Keuangan no. 60/KMK.05/2017, Bandara Sentani Keputusan Menteri Keuangan no. 61/KMK.05/2017., Bandara Fatmawati Soekarno melalui Keputusan Menteri Keuangan no. 62/KMK.05/2017, dan Bandara Radin Inten II melaui Keputusan Menteri Keuangan no. 63/KMK.05/2017.

“Selain itu, kami juga masih punya empat bandara yang telah diuji dan menunggu penetapan oleh Kementerian Keuangan dan diharapkan dalam waktu dekat bandara-bandara tersebut segera menyusul bisa menjadi BLU,” ujar Agoes. Bandara itu adalah Bandara Djalaluddin, Gorontalo, Bandara Sis Al Jufri, Palu, Bandara H.A. Hanandjoeddin, Tanjung Pandan, dan Bandara Kalimarau, Berau.

GHOIDA RAHMAH


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?