Pemerintah Incar Datangkan 2,2 Juta Turis Singapura  

Jum'at, 17 Februari 2017 | 23:00 WIB
Pemerintah Incar Datangkan 2,2 Juta Turis Singapura  
Seorang wisatawan asing bersama warga berusaha menangkap bebek dalam lomba tangkap bebek di lumpur saat Festival Air di Desa Suwat, Gianyar, Bali, 2 Januari 2017. Kegiatan tersebut bertujuan untuk melestarikan permainan tradisional serta mengenalkan potensi desa wisata sekaligus menjadi hiburan di hari libur Tahun Baru 2017. Johannes P. Christo

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menargetkan mampu menjaring wisatawan mancanegara dari Singapura sebanyak lebih dari 2,2 juta orang pada 2017 atau naik 46,6% dari target tahun lalu sebanyak 1,5 juta turis.

Duta Besar Indonesia untuk Singapura I Gede Ngurah Swajaya menuturkan turis asal negeri jiran itu dinilai masih sangat potensial untuk dikembangkan seiring berbagai kemudahan akses masuk ke Indonesia.

Menurutnya, ada penerbangan langsung dari Singapura ke 14 daerah di Indonesia dan empat destinasi menggunakan kapal laut setiap hari.

"Sekarang akses masuk dari Singapura ke destinasi di Indonesia semakin mudah," ujarnya kepada Bisnis di sela NATAS Travel Fair 2017 di Singapura, Jumat (17 Februari 2017).

Dia menjelaskan pemerintah mematok target kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (produk domestik bruto/PDB) nasional sebesar 13% dengan target devisa yang dihasilkan sebesar Rp200 triliun.

Selain itu, penyerapan tenaga kerja dipatok 12 juta orang, jumlah kunjungan wisman 15 juta, dan pergerakan wisatawan nusantara 265 juta, serta indeks daya saing berada di ranking 40 dari posisi saat ini di ranking 50 dunia.

Untuk merealisasikan target kunjungan 2,2 juta turis Singapura itu, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata mengikuti pameran internasional National Association of Travel Agents Singapore (NATAS) Travel Fair 2017 yang digelar di Singapore Expo, Singapura, pada 17-19 Februari 2017.

NATAS Travel Fair 2017 merupakan momentum yang dinilai paling potensial untuk menjaring lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Indonesia, terutama wisman dari Singapura.

Dusep Mulya, Kepala Bidang Pameran Pasar Asia Tenggara Kementerian Pariwisata (Kemenpar), menuturkan partisipasi pada pameran tahunan ini merupakan salah satu upaya untuk melanjutkan program promosi Kemenpar yang sebelumnya fokus pada branding dan advertising.

Menurutnya, keikutsertaan Indonesia pada event ini untuk mempromosikan sekaligus mempertahankan eksistensi pariwisata Indonesia di dunia, khususnya kawasan Asia Tenggara.

"Selain itu, NATAS Travel Fair 2017 ini sebagai upaya untuk melanjutkan program Kemenpar mempromosikan Wonderful Indonesia," ujarnya.

Dia menuturkan Singapura termasuk salah satu fokus pasar utama yang menjadi perhatian dari Kemenpar dalam usaha promosi pariwisata ke negara-negara Asean.
BISNIS.COM

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan