Kamis, 17 Agustus 2017

Jokowi Ingin RI Dulang Untung di Blok East Natuna  

Rabu, 11 Januari 2017 | 23:03 WIB
AP/Sue Ogrocki

AP/Sue Ogrocki.

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo ingin Indonesia mendulang keuntungan besar dari Blok East Natuna.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan hal tersebut seusai rapat dengan Presiden Joko Widodo dan sejumlah menteri, di Istana Merdeka, Rabu, 11 Januari 2017.

Selain mempersiapkan bahasan sejumlah proyek dalam kunjungan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe akhir pekan ini, Presiden dan menteri membahas soal Blok East Natuna.

Menurut Luhut, pemerintah ingin menyelesaikan masalah yang terjadi di masa lalu, salah satunya Blok East Natuna. Dari kontrak proyek yang berlokasi di Kepulauan Riau itu, dia menilai Indonesia tidak mendapat keuntungan apa pun, sedangkan Exxon mendulang keuntungan penuh.

“Pembagian keuntungan itu, Indonesia dapat 0 persen, Exxon dapat 100 persen. Kami stop itu, alihkan ke Pertamina. Pertamina sekarang negosiasi B-to-B dengan Exxon. Mesti Indonesia kebagian. Presiden selalu ingin republik lebih besar,” kata Luhut, Rabu.

Konsorsium Blok East Natuna dipimpin oleh PT Pertamina (Persero) serta beranggotakan ExxonMobil dan PTT EP Thailand. Sampai saat ini, konsorsium belum dapat melakukan kegiatan untuk mengembangkan struktur minyak karena perlu kajian lebih lanjut.

Berdasarkan data Kementerian ESDM, Blok East Natuna menyimpan potensi sebesar 222 trillion cubic feet (Tcf). Hanya 46 Tcf gas di antaranya yang bisa diproduksi karena sekitar 72 persen komposisi adalah karbon dioksida. Adapun untuk minyak, terdapat potensi produksi sebesar 15 ribu barel per hari (bph).

BISNIS.COM





Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?