Jumat, 22 September 2017

Penurunan Harga Gas Tekan Impor Industri Tekstil

Selasa, 06 Desember 2016 | 03:00 WIB
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sofjan Wanandi (kiri) berbicara bersama Ketum Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat (tengah) dan Wakil Sekjen Federasi Gabungan Elektronika (GABEL) Yeabe Keet tentang sikap terhadap kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) di gedung Permata Kuningan, Jakarta, Rabu (14/3). ANTARA/Rosa Panggabean

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Sofjan Wanandi (kiri) berbicara bersama Ketum Asosiasi Pertekstilan Indonesia Ade Sudrajat (tengah) dan Wakil Sekjen Federasi Gabungan Elektronika (GABEL) Yeabe Keet tentang sikap terhadap kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) di gedung Permata Kuningan, Jakarta, Rabu (14/3). ANTARA/Rosa Panggabean.

TEMPO.CO, Jakarta - Penurunan harga gas diyakini mampu menekan impor industri tekstil dan produk tekstil (TPT), demikian disampaikan Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudrajat.

"Kalau harganya lebih murah, impornya bisa jauh lebih turun. Bisa sampai 20 persen penurunannya," kata Ade saat dihubungi di Jakarta, Senin, 5 Desember 2016.

Ade menyampaikan, gas bagi industri TPT digunakan sebagai bahan baku maupun energi, yang berkontribusi hampir 22 persen terhadap seluruh biaya produksi.

Menurut Ade, industri TPT membutuhkan harga gas hingga 6 dolar Amerika Serikat per million British thermal units (MMBTU) untuk dapat berdaya saing, di mana saat ini harganya mencapai 9,75-12 dolar AS per MMBTU.

"Ya, tidak perlu seperti Singapura yang 4 dolar AS per MMBTU. Setidaknya seperti Vietnam yang harganya 6 dolar AS per MMBTU," ungkap Ade.

Ade menambahkan, impor produk TPT dinilai masih tinggi akibat industri dalam negeri belum memiliki daya saing.

Diketahui, industri TPT menjadi salah satu industri yang diajukan untuk mendapat penurunan harga gas untuk biaya produksinya.

Hal tersebut masih belum menemui titik terang karena terganjal impor yang masih besar.

Pasalnya, kondisi tersebut ditengarai ada yang memanfaatkan fasilitas impor produsen untuk menjual kembali produk impor tersebut.

ANTARA


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.