Senin, 21 Agustus 2017

Telkom Dukung Ekosistem Start-up Digital Indonesia

Kamis, 24 November 2016 | 00:06 WIB
Setiap start-up diberi waktu presentasi secara efektif, efisien, dan meyakinkan dalam 7 menit.

Setiap start-up diberi waktu presentasi secara efektif, efisien, dan meyakinkan dalam 7 menit..

INFO BISNIS - Peradaban dunia abad 21 ini telah berubah menuju era konseptual. Saat ini, ekonomi tidak berjalan karena sektor energi, modal, atau tenaga kerja, tapi karena ide, konsep, kreativitas, dan inovasi. Era ini dijiwai oleh cara berpikir dengan konsep 3 HT, yaitu high think, high tech, dan high touch. Jadi yang akan maju adalah bisnis yang memiliki konsep kuat dan memanfaatkan teknologi.

“Jadi penting berbicara tentang entrepreneur karena mereka yang mempunyai ide, passion untuk berkontribusi dan menyelesaikan masalah-masalah pelayanan, sosial, dan sebagainya,” tutur Indra Utoyo, Direktur Digital & Strategic Portfolio PT Telkom Tbk. “Satu orang di era ini, melalui idenya, bisa membangun satu atau lebih industri, atau membangun sebuah solusi aplikasi yang berdampak besar,” katanya.

Hal inilah yang menggerakkan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) untuk mendukung dan mengembangkan start-up digital di Indonesia melalui program Indigo Creative Nation (ICN). Pada Rabu, 23 november 2016, di Jakarta, Telkom menggelar Indigo Demo Day tahap II sebagai salah satu rangkaian inkubasi dan akselerasi start-up. Juga ajang untuk menghubungkan start-up dengan para pihak, termasuk calon investor. Dalam kesempatan ini juga Indra Utoyo meluncurkan bukunya yang berjudul Silicon Valley Mindset, Membangun Ekosistem Startup Digital Indonesia.

Dalam sambutannya, Indra mengatakan ICN merupakan ekosistem end-to-end yang menyeleksi dan membina start-up, mulai tahap talent scouting di 20 kota Indonesia, masa inkubasi di Bandung Digital Valley, masa akselerasi di Jakarta Digital Valley, hingga company builder/investment fund. ICN menyeleksi dari ribuan talent sampai tersisa delapan start-up yang mengikuti tahap pitching pada hari ini.

Kegiatan Demo Day dikemas dalam model pitching dan exhibition, sehingga para pengembang start-up dapat mengembangkan network secara lebih luas melalui interaksi dengan para pengunjung Indigo Demo Day. Setiap start-up diberi waktu presentasi tujuh menit di depan para pihak melalui kemampuan presentasi yang efektif dan efisien, tapi meyakinkan.


Start-up yang tampil di Indigo Demo Day kali ini adalah Kofera (terobosan bidang periklanan digital), Kartoo (inovasi sistem pembayaran daring), Sonar (analisis sentimen media sosial), Minutes (layanan jasa bisnis personal), Carijasa (jasa teknisi), Paket ID (jasa perantaraan paket), Trax Center (pelacakan kendaraan), dan Zellos (perantara kerja generasi milenial).

Dua digitalpreneur lulusan ICN pertama, yaitu Marshall Pribadi dari PrivyId dan Sammy Ramadhan dari Goers Apps, tampil juga dalam talk show mengenai peran perusahaan dalam membantu start-up digital. (*)


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?