Hingga Agustus 2016, Mandiri Kucurkan KUR Rp 7,81 Triliun

Sabtu, 24 September 2016 | 02:09 WIB
Hingga Agustus 2016, Mandiri Kucurkan KUR Rp 7,81 Triliun
Pekerja mengangkut uang rupiah di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, 12 Agustus 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo.

TEMPO.CO, Jakarta - PT Bank Mandiri Persero Tbk hingga akhir Agustus 2016 telah mengucurkan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar Rp 7,81 triliun atau sekitar 60,1 persen dari target penyaluran tahun ini sebesar Rp 13 triliun.

Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Rohan Hafas di Belitung, Jumat, 23 September 2016, merinci dari nilai kredit usaha rakyat tersebut, kredit sebesar Rp 2,737 triliun diteruskan kepada pelaku usaha mikro, Rp 5,074 triliun disalurkan kepada pelaku usaha retail, dan Rp 4,7 miliar diberikan kepada tenaga kerja Indonesia. "Total alokasi KUR itu diberikan kepada 200.098 debitur," kata Rohan.

Rohan mengatakan, dengan bunga yang sudah disubsidi pemerintah menjadi 9 persen, KUR menjadi salah satu alternatif pembiayaan utama bagi sektor mikro dan usaha kecil.

Berdasarkan subsektor UKM penerima KUR Bank Mandiri, bidang usaha perdagangan menerima alokasi KUR sebesar Rp 6,125 triliun atau 78 persen, kemudian bidang usaha jasa Rp 1,372 triliun dan selebihnya ke industri pengolahan, perikanan, pertanian, dan TKI.

"Sedangkan secara regional, penyaluran KUR terbesar dilakukan di Provinsi Jawa Timur, yakni sebesar Rp 1,214 triliun," ujar Rohan.

Rohan menuturkan, perseroan akan memberdayakan seluruh jaringan kantor penyalur KUR Bank Mandiri yang sebanyak 2.454 kantor, yang meliputi 994 cabang mikro dan 1.460 unit mikro di 34 provinsi, untuk mencapai target penyaluran KUR tahun ini.

Di samping perluasan jaringan, kata Rohan, upaya lainnya adalah kegiatan-kegiatan sosialisasi KUR yang diselenggarakan oleh pemerintah antara lain oleh Kementerian Koordinasi Perekonomian, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Keuangan dan BNP2TKI.

"Dengan mempertimbangkan luas jaringan penyaluran dan tren pertumbuhan penyaluran KUR ini, kami optimistis dapat mencapai target Rp 13 triliun dalam empat bulan terakhir," imbuhnya.

ANTARA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru