Langkah Bank BTN Melayani Jasa Keuangan Syariah

Selasa, 20 September 2016 | 07:04 WIB
Langkah Bank BTN Melayani Jasa Keuangan Syariah
Bank BTN memperoleh penghargaan sebagai The Best Bank in Sharia Banking Unit untuk kelompok Bank Umum Non BPD dalam ajang Indonesia Banking Award 2016. Dírektur Bank BTN Oni Febriarto (Kiri) menerima penghargaan dari Subarjo Joyosumarto Ketua Indonesia Banking School.

INFO BISNIS - Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam pelayanan jasa keuangan syariah, Bank BTN mengembangkan Unit Usaha Syariah. Dengan Unit Usaha Syariah ini, Bank BTN memberikan pelayanan jasa keuangan syariah yang unggul dalam pembiayaan perumahan dan berbagai produk serta jasa keuangan syariah.



Dalam melaksanakan manajemen perbankan yang sesuai dengan prinsip syariah, Bank BTN, selaku induk Unit Usaha Syariah, melakukan berberapa program untuk pengembangan. Pertama, Bank BTN mendorong Unit Usaha Syariah untuk fokus pada bisnis pembiayaan perumahan berbasis syariah. Kedua, Unit Usaha Syariah diberikan kesempatan untuk me-leverage sumber daya dan proses bisnis bank induk yang telah berjalan efisien, misalnya penggunaan jaringan, pemasaran, riset, dan kerja sama yang telah terjalin dengan lembaga-lembaga bisnis.



Ketiga, dalam hal teknologi informasi, BTN menerapkan strategi layanan dual banking dan mirroring product untuk produk konvensional dan syariah. Setiap layanan yang dikembangkan di bank konvensional selalu dikembangkan juga di BTN Syariah. Dan keempat, Bank BTN telah memiliki Housing Finance Center dan Divisi khusus yang mengelola inovasi-inovasi yang bersifat strategis untuk mengembangkan produk-produk yang inovatif.



Fokus bisnis Unit Usaha Syariah BTN mengarah pada pembiayaan perumahan berbasis syariah. Unit Usaha Syariah BTN melayani value chain perumahan, mulai refinancing lahan khusus KPR Subsidi, pembangunan, hingga pembiayaan isi rumah. Hal ini juga sekaligus menyukseskan program sejuta rumah yang dicanangkan pemerintah.



Memberi layanan yang variatif, Unit Usaha Syariah BTN menyediakan pembiayaan secara bundling. Seperti pembiayaan KPR yang dikombinasikan dengan pembiayaan isi rumah, pembelian kendaraan, biaya pendidikan, dan fasilitas ibadah (haji, umrah, zakat, dan wakaf).



Berjalan sesuai dengan perkembangan zaman, Unit Usaha Syariah BTN mengembangkan digital banking, seperti penerapan web branches dan Internet banking, untuk kemudahan transaksi. Kemudian, properti portal yang berfungsi ganda, yaitu sebagai layanan search engine rumah sekaligus pembiayaan KPR-nya.



Adapun untuk Unit Usaha Syariah, BTN memiliki target jangka pendek meningkatkan pertumbuhan aset dan laba yang tertuang dalam RRB Bank BTN. Pemenuhan target ini dalam rangka melakukan spin-off Unit Usaha Syariah BTN untuk menjadi bank umum syariah pada 2018. Sebagai visi jangka panjang tentunya menjadi bank syariah terdepan dalam produk dan layanan industri perumahan dengan jaringan retail berbasis teknologi.



Dalam mencapai meningkatkan pendapatan dan laba Unit Usaha Syariah BTN, dilakukan beragam inisiatif. Sebut saja mengembangkan produk-produk baru, seperti produk simpanan berbiaya murah (tabungan haji & umrah, tabungan emas), kerja sama one shop solution dengan lembaga sejumlah lembaga, seperti Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, dan Al Azhar, juga produk pembiayaan dengan angsuran fleksibel (musyarakah mutanaqisah). Selain itu, terus dilakukan pengembangan digital banking untuk proses efisiensi serta peningkatan fee based sekaligus perluasan jaringan. (*)

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru