IBA 2016, Oase Saat Ekonomi Terpuruk

Jum'at, 09 September 2016 | 13:20 WIB
IBA 2016, Oase Saat Ekonomi Terpuruk
Bisnis perbankan adalah bisnis kepercayaan. Semakin tinggi kepercayaan publik, negara akan semakin sejahtera.

INFO BISNIS - Ada 35 bank dari 118 bank peserta Indonesia Banking Award (IBA) 2016 yang ditetapkan sebagai pemenang pada beberapa kategori. Adapun kategori tersebut adalah The Most Efficient Bank, The Most Reliable Bank, Diversity of the Board, The Best Bank in Retail Banking Services, The Best Bank in Digital Services, The Best Bank in Productivity, dan The Best Sharia Business Unit.



Puncak acara yang digelar Tempo Media Group, bekerja sama dengan Indonesia Banking School (IBS), tersebut berupa pemberian penghargaan dan apresiasi IBA 2016 yang diselenggarakan di Hotel JS Luwansa, Jakarta pada Rabu, 7 September 2016. Acara yang digelar untuk ke sembilan kalinya itu dihadiri sejumlah tamu undangan. Mereka antara lain Nelson Tampubolon (anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan), Hendar Harahap (Deputi Gubernur Bank Indonesia), Fauzi Ichsan (Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan), direksi Tempo Media Group dan jajaran pimpinan Indonesia Banking School, serta direksi bank penerima penghargaan. Turut hadir dewan juri yang terdiri atas Toriq Hadad (Direktur Pemasaran Tempo Media Group), Subarjo Joyosumarto (Rektor Indonesia Banking School), dan Hendri Saparini (Direktur CORE Indonesia).



Direktur Utama Tempo Media Group Bambang Harymurti dalam sambutannya mengatakan penghargaan IBA berawal dari sebuah ide sederhana, yaitu bagaimana meningkatkan kepercayaan publik agar tercipta kesejahteraan masyarakat.



“Sebuah negara akan sejahtera bila berhasil membangun kesejahteraan masyarakat yang memiliki kepercayaan publik yang tinggi. Seperti halnya media, bisnis perbankan adalah bisnis kepercayaan. Semakin tinggi kepercayaan publik, negara akan semakin sejahtera,” katanya.



Diharapkan juga tumbuh apa yang disebut the wisdom of crowd, bahwa kebijakan orang banyak selalu lebih unggul daripada kebijakan segelintir ahli. "Melalui Indonesia Banking Award, kami ingin menumbuhkembangkan hal ini agar masyarakat memiliki kepercayaan yang tinggi kepada industri perbankan,” tuturnya.



Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Nelson Tampubolon mengapresiasi penyelenggaraan Indonesia Banking Award tahun ini. “Terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada Tempo Media Group dan Indonesia Banking School yang telah mendorong serta memotivasi industri perbankan di Tanah Air untuk bekerja lebih baik dari waktu ke waktu,” ujarnya.



Nelson mengatakan penghargaan IBA merupakan oase di tengah masa sulit ekonomi yang melanda Indonesia dan dunia dalam kurun waktu 2 tahun terakhir. Di tengah masa sulit tersebut, Nelson mencatat, pada Juli 2016, kinerja perbankan relatif stabil dan tumbuh meski mengalami pelambatan.



Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno menyambut baik acara ini. “Acara ini brilian karena Tempo sebagai media yang tepercaya dan menjadi denyut nadi Indonesia telah menggandeng industri perbankan, yang juga merupakan industri kepercayaan masyarakat. Bagi kami, penghargaan yang kami terima ini menggembirakan sekaligus memberikan tantangan,” katanya.



Hal senada juga diucapkan Direktur Utama BTPN Syariah Harry Sukadis danDirektur Consumer Banking BNI Anggoro Eko Cahyo yang mengatakan penghargaan IBA ini memotivasi industri perbankan selalu tampil sebagai yang terbaik dari tahun ke tahun. "Sekaligus menjadi alat ukur bagi Tempo sebagai penyelenggara acara yang dikenal dengan liputan investigatifnya untuk mempertahankan transparansi dan kredibilitasnya dalam memberikan penilaian," ujarnya. (*)

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan

Berita Terbaru