Senin, 21 Agustus 2017

Jokowi Hadiri Groundbreaking Terminal Bandara Kertajati

Rabu, 18 November 2015 | 23:03 WIB
Petugas memberi penjelasan kepada warga negara asing terkait penutupan sementara bandara di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, 4 November 2015. Berdasarkan Notice to Airman No. A2468/15, Bandara Ngurah Rai ditutup sementara mulai pukul 19.30 hingga 23.30 WITA. ANTARA/Nyoman Budhiana

Petugas memberi penjelasan kepada warga negara asing terkait penutupan sementara bandara di Terminal Internasional Bandara Ngurah Rai, Denpasar, 4 November 2015. Berdasarkan Notice to Airman No. A2468/15, Bandara Ngurah Rai ditutup sementara mulai pukul 19.30 hingga 23.30 WITA. ANTARA/Nyoman Budhiana.

TEMPO.CO, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menginginkan groundbreaking atau pencanangan pembangunan terminal Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka dihadiri Presiden Joko Widodo. “Hari ini kita kirim surat ke Pak Presiden, kemudian kita tunggu jadwal dari presiden,” kata dia di Bandung, Rabu, 18 November 2015.

Aher, sapaan Ahmad Heryawan mengatakan, pemerintah provinsi memutuskan tidak lagi menunda pembangunan terminal bandara di Kertajati. “Kita tidak akan mengundurkan pelaksanaan pembangunan terminal, sisi darat bandara, tidak akan kita tunda,” kata dia.

Sebelumnya, dia menginginkan agar pembangunan terminal bandara itu menunggu pembentukan Joint Venture, atau perusahaan patuangan yang akan membangun dan mengelola bandara di Kertajati. PT Angkasa Pura II menjadi salah satu perusahaan yang akan berkongsi dengan PT BIJB, BUMD milik Jawa Barat, untuk mendirikan JV tersebut.

Aher mengatakan, hingga saat ini pemerintah Jawa Barat masih menunggu PT Angkasa Pura II ikut bergabung dalam JV tersebut. “Angkasa Pura II kita tunggu, masih belum juga. Mungkin prosesnya panjang harus minta persetujuan Kementerian BUMN, Kementerian Keuangan. Kalau di Jawa Barat cukup gubernur tanda-tangan,” kata dia.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Virda Dimas Ekaputra mengatakan, korporasinya selaku holding pengelolaan kawasan bandara di Kertajati, Majalengka, akan menyerahkan pembangunan sekaligus pengoperasian bandara pada Joint Venture (JV) yang sedianya akan dibentuk bersama PT Angkasa Pura II. Belakangan, mitra strategis untuk pembentukan JV ini diperluas dengan masuknya pemerintah Majalengka.


Menurut Virda, porsi saham yang disediakan lewat proses lelang itu sekitar 40 persen dari nilai total pembangunan bandara itu. Taksirannya, dengan asumsi membangun bandara akan menyedot dana Rp 1,8 triliun, equity yang dibutuhkan sekitar 70 persennya. “Kira-kira Rp 1,3 triliun. Tinggal dibagi-bagi saja antara mitra strategis, termasuk Majalengka yang akan ikut,” kata dia, 13 November 2015.

Virda mengatakan, PT Angkasa Pura II dikecualikan dalam proses lelang itu. “Ada pertimbangan lain, yaitu market Bandara Husein Sastranegara yang akan dipindahkan ke Kertajati. Sehingga wajar AP II punya saham di Kertajati karena market mereka pindah ke situ,” kata dia.

Penguasaan saham BIJB dan PT AP II diproyeksikan 60 persen dari total saham. “Konsepnya BIJB dan AP II jadi JV dulu menguasi 60 persen. Tapi sekarang masih negosiasi,” kata dia. Sisanya, 40 persen itu yang akan dilego lewat lelang.

Virda mengatakan, proses lelang mencari mitra strategsi itu akan dibuka tahun depan. “Kita akan mengundang untuk lelan gitu Februari 2016,” kata dia.

Menurut Virda, lelang mencari mitra strategis JV itu terbuka bagi investor asing. Sejumlah investor asing dari berbagai negara, diklaimnya sudah menyatakan minatnya. “Dari luar negeri itu dari Tiongkok, Tukri, ada juga dari Jerman,” kata dia.

Dia mengklaim, Menteri Perhubungan tidak keberatan dengan masuknya asing ikut mengelola bandara di Kertajati. “Kami sudah beraudiensi dengan Menteri. Gak masalah asing untuk ikut di bandara dengan adanya Undang-Undang Kebandarudaraan itu porsi asing boleh sampai maksimal 49 persen,” kata dia. Sementara Gubernur Jawa Barat mengizinkan kepemilikan asing dalam JV yang akan mengelola bandara itu minimal 40 persen.

PT BIJB masih menuntaskan negosiasi untuk mendapatkan pinjaman membangun sisi darat bandara itu dengan sejumlah perbankan. Saat ini PT BIJB sudah mengantongi dana segar dari penyertaan modal pemerintah Jawa Barat Rp 300 miliar, yang akan ditambah Rp 250 miliar tahun depan. “Sindikasi perbankan masih digarap. Memang belum final, tapi mudah0mudahan dalam waktu dekat bisa seger final. Sindikasinya itu antara Bank BJB, Bank Mandiri, dan beberapa bank syariah mau ikut serta. Nanti konsepnya ‘club-deal’,” kata Virda.

PT BIJB sudah merampungkan sebagian besar paket lelang pengerjaan sisi darat, terminal Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka, mayoritasnya dimenangkan oleh BUMN Karya. “Memang sudah pengalaman membangun beberapa bandara. Rata-rata bandara baru, mereka yang bikin,” kata Virda

PT BIJB membagi proyek pembangunan sisis darat Bandara di Kertajati itu dalam tiga paket pengerjaan. “Paket Satu untuk aksesibilitas sudah ada pemenangnya PT Adikarya, Paket Dua untuk bangunan terminal masih proses, dan Paket Tiga untuk bangunan penunjang sudah ada pemenangnya yaitu Waskita Karya,” kata Virda.

Virda merinci, owner estimate pembangunan Paket Sastu Rp 355 miliar, dan Paket Dua Rp 416 miliar. “Paket Dua masih proses, belum keluar sampai ke ‘owner estimate’,” kata dia. Kendati demikian, PT BIJB menaksir hasil akhir proses lelang dari ketiga paket itu berkisar Rp 1,8 triliun.

Menurut Virda, PT BIJB optimis pembangunan sisi darat bakal tuntas November 2017 dengan diumumkannya dua pemenang lelang dari proyek pembangunan sisi darat Bandara Kertajati itu. “Jadwalnya November 2017 simultan Paket Satu, Dua, dan Tiga selesai semuanya. Dan bandara bisa beroperasi di 2017,” kata dia.

Virda mengatakan, groundberaking pembangunan bandara itu tadinya dijadwalkan 24 November ini. “Pemprov pingin Presiden hadir, kelihatannay gak dapat slot waktu sehingga geser ke Desember. Itu juga kenapa di undur,” kata dia.

AHMAD FIKRI


Grafis

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Cara Salat di Negara Luar Angkasa Asgardia

Warga muslim di Asgardia tetap dapat melaksanakan ibadah salat di luar angkasa, bagaimana tata cara yang dianjurkan?