Sejumlah Industri Tekstil Merumahkan Karyawannya

Selasa, 26 Mei 2015 | 22:00 WIB
Sejumlah Industri Tekstil Merumahkan Karyawannya
Pekerja memilah rambut yang akan digunakan untuk membuat rambut palsu di pabrik PT Bio Takara, Purwokerto, Jawa Tengah, 11 Maret 2015. Eksport tekstil di Jawa Tengah telah meningkat 46 persen selama empat tahun terakhir. Dimas Ardian/Bloomberg via Getty Images

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Saleh Husin mengakui terdapat sejumlah industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) merumahkan karyawannya, karena daya beli masyarakat yang menurun.

"Memang saat ini ada beberapa industri tekstil yang merumahkan para karyawannya. Ini sebenarnya hanya industri tekstil yang orientasi pasarnya domestik," kata Menperin Saleh Husin di Jakarta, Selasa.

Sedangkan untuk industri TPT yang berorientasi ekspor, lanjutnya, justru sedang mengembangkan usaha dan memperluas pasarnya.

Kementerian, tambahnya, dalam hal ini mengupayakan beberapa langkah, antara lain memberikan kemudahan dalam mendapatkan bahan baku, memberi kemudahan pembiayaan, membangun "buffer stock" atau stok bahan baku dan melakukan koordinasi dengan kementerian lainnya.

"Kami juga mendorong agar industri yang berorientasi domestik untuk melakukan ekspor," kata Menperin.

Menperin meyakini kondisi tersebut hanya terjadi sementara, karena pada triwulan I/2015 permintaan menurun, yang berakibat pada produksi menurun, sehingga banyak karyawan yang dirumahkan.



 


ANTARA

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan