OJK Jadikan 2015 Tahun Pasar Modal Syariah  

Selasa, 10 Februari 2015 | 15:31 WIB
OJK Jadikan 2015 Tahun Pasar Modal Syariah  
Wakil Presiden Jusuf Kalla sata menghadiri penutupan perdagangan Index Saham Gabungan 2014 dengan didampingi Menko Perekonomian Sofyan Djalil (kiri), Ketua OJK Muliaman Hadad (kedua kanan) dan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 30 Desember 2014. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan mencanangkan tahun 2015 sebagai tahun pasar modal syariah. Hal ini dilakukan untuk mengembangkan pasar modal syariah di dalam negeri.

Kepala Eksekutif Pengawasan Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan pasar modal syariah di Indonesia sebenarnya sudah lama ada. ‎"Tapi kalau dilihat dari data porsinya, masih kecil," kata Nurhaida dalam konferensi pers di kantornya, Selasa, 10 Februari 2015. Jumlah penduduk muslim yang mencapai 90 persen dari total penduduk, menurut dia, merupakan faktor utama pengembangan industri keuangan berbasis syariah.

Untuk ‎mencapai target tersebut, menurut Nurhaida, OJK mempunyai tiga strategi utama. Pertama adalah penguatan regulasi lewat penerbitan sejumlah peraturan baru dan revisi peraturan lama. "Misalnya regulasi tentang ahli syariah pasar modal," ujar Nurhaida.

Langkah kedua adalah menyusun roadmap pasar modal syariah sebagai pedoman regulator dan stakeholder. Roadmap ini akan difokuskan pada peningkatan penawaran dan permintaan di pasar, pengembangan sumber daya manusia, serta promosi dan edukasi.

Terakhir adalah peningkatan penetrasi pasar atas produk syariah ‎dengan menumbuhkan kesadaran masyarakat. Penerapan strategi ini, menurut Nurhaida, antara lain dengan menyasar organisasi kemasyarakatan--seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah--kalangan akademikus, wartawan, dan masyarakat umum.

Nurhaida menambahkan, OJK juga menggandeng instansi lain, seperti badan usaha milik negara dan calon emiten. "Kami berbicara dengan perusahaan BUMN. Ternyata banyak alternatif ‎produk. Itu yang kemudian disampaikan ke masyarakat," ujar Nurhaida.

FAIZ NASHRILLAH

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan