Lorena Tambah 50 Armada Bus AKAP Saat Lebaran  

Selasa, 01 Juli 2014 | 03:45 WIB
Lorena Tambah 50 Armada Bus AKAP Saat Lebaran  
Sejumlah bus antar kota antar provinsi (AKAP) menunggu penumpang di Terminal Lebak Bulus, Jakarta (22/7). Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan angkutan mudik lebaran 2013 sejumlah 8.283 bus. Tempo/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO , Jakarta- PT Eka Sari Lorena Transport Tbk menambah armada 50 bus antar kota antar propinsi (AKAP) menjelang Lebaran 1435 H. Penambahan armada bus ini untuk mendongkrak pendapatan perusahaan yang turun pada 2013. 

Menurut Direktur Operasional Lorena, Suhadi, dalam penjelasannya usai Rapat Umum Pemagang Saham di Gedung Bursa Efek Indonesia, Senin, 30 Juni 2014, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan turunnya kinerja operasional Lorena pada tahun 2013.

Pertama, usia armada bus AKAP yang rata-rata sudah mencapai usia 12,8 tahun mengakibatkan ketepatan waktu (on-time performance)  menurun dan tidak efisien.  Kedua, kerusakan infrastruktur jalan di hampir  seluruh trayek armada bus Lorena.

Ketiga, angkutan mudik gratis yang disediakan oleh perusahaan retail dan partai politik. Keempat, jumlah pemudik yang menggunakan sepeda motor meningkat dari tahun ke tahun. Dan kelima, realisasi kerja operasi harian Transjakarta tidak tertata dengan baik dan jalur yang tidak steril. 
 
Untuk meningkatkan kinerja perusahaan, sebesar 81 persen dana dari hasil penawaran perdana saham publik  (IPO) yang mencapai Rp 135 miliar dialokasikan untuk menambah 50 armada bus AKAP jenis Mercedes Benz dan peremajaan bus lama.

“Yang ditunggu penumpang adalah on-time perfomance, dan ini akan meningkat seiring dengan peremajaan bus, dimulai dengan masuknya 50 unit di pertengahan bulan Juli ini,” kata Senior Technical Advisor Lorena, Dwi Rianta Soerbakti.

Lorena juga menerapkan kebijakan untuk membatasi usia bus. Kebijakan ini didasari pada usia kendaraan yang ekonomis yaitu perbandingan antara penjualan, hari kerja, dan biaya operasional bus.

Selain itu, Lorena telah menerapkan penjualan tiket online sejak April lalu. “Semua agen penjualan kami sudah tidak menggunakan tiket manual, melainkan printed ticket,” ujar Dwi Rianta. Lorena juga telah bekerja sama dengan situs perdagangan elektronik, DOKU.com sehingga calon penumpang bisa membeli tiket melalui Internet.

Dwi Rianta juga menambahkan bahwa setelah Lebaran ini,  Lorena akan bekerja sama dengan salah satu retail minimarket untuk penjualan tiket. “Lorena mencoba mengubah paradigma dengan mendekatkan diri kepada penumpang, baik itu dari Internet, agen penjualan, atau minimarket,” ujarnya.

Pada saat lebaran Lorena berencana menaikan tarif sebesar 30-35 persen. Dwi Rianta menyebutkan bahwa bus Lorena bukan kelas ekonomi, sehingga kenaikan tarif tidak diatur secara langsung oleh pemerintah. "Dengan demikian kami diberi kebebasan menetapkan tarif berdasarkan permintaan dan penawaran," ujarnya. (Bacajuga: Pemudik ke Jawa Tengah Diprediksi Naik 6 Persen).

Alasan kenaikan tarif ini adalah jam perjalanan lebih lama karena macet. Selain itu pada saat Lebaran, kursi terisi hanya pada saat keberangkatan dan kosong pada saat kepulangan. "Kami harus menutupi biaya operasi bus dari daerah menuju ke Jakarta pada saat menjelang Lebaran," kata Dwi Rianta. Pada tahun 2014, PT Eka Sari Lorena memproyeksikan pendapatan usaha akan mencapai Rp 233,8 miliar, serta laba bersih Rp 28,9 miliar.

JEIHAN KAHFI







Berita utama
Ketua IDI: Riwayat Kesehatan JK Tak Ada Masalah
Prabowo: Saya Tak Taat Menjalankan Ritual Agama

Usai Debat dengan Hatta, JK Dirawat di Rumah Sakit







 

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan