Kamis, 17 Agustus 2017

Isi Gas 3 Kilogram di Bogor Menuyusut

Selasa, 23 April 2013 | 04:53 WIB
TEMPO/ Dasril Roszandi

TEMPO/ Dasril Roszandi.

TEMPO.CO, Bogor - Petugas gabungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Bogor dan Balai Metrologi Jawa Barat, melakukan inspekasi mendadak (sidak) ke sejumlah agen gas elfiji di Kota Bogor, Senin 22 April 2013.

Dalam inspeksi itu, petugas menemukan penyusutan berat isi tabung gas elpiji berukuran 3 kilogram di salah satu agen di Jalan Sindang Barang Jero (SBJ) RT04/7, kelurahan Sindang Barang, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. "Saat ditera ulang, 29 dari 30 tabung gas 3 kilogram, terjadi penyusutan volume gas mulai dari 50-328 gram," kata Dedi Suryana, petugas tera dari Balai Metrologi Jawa Barat.

Padahal, dalam satu tabung idelanya kekurangan berat isi gas maksimal hanya 45 gram, jika melebihi dari angka itu, sudah menyelahi aturan dan merugikan konsumen. "Kami tidak bisa menyegel agen gas ini, namun temuan ini kita langung catat dan laporkan," kata dia.

Menurut Dedi, berdasarkan keterangan dari pemilik agen, gas tersebut merupakan kiriman dari Stasiun Pengisian Bahan Elpiji (SPBE) PT Kenrub Sentul, Kabupaten Bogor. "Agen beralasan mereka tidak pernah mengetahui jika gas kiriman itu isinya menyusut banyak," kilah Dedi

Sementara itu Kepala Disperindag Kota Bogor, Bambang Budianto mengatakan, penemuan itu akan ditindak lanjuti dengan melayangkan surat tembusan ke Disperindag Kabupaten Bogor, karena lokasi SPBE ini ada di Kabupaten Bogor. "Sementara dari Balai Metrologi akan melaporkannya ke Pertamina karena ada indikasi kecurangan pengurangan berat isi gas yang disalurkan ke masyarakat," terangnya.

Bambang mengatakan, sidak ini dilakukan karena banyaknya laporan masyarakat yang mengeluhkan peredaran gas tiga kilo, cepat habis dan diduga isinya berkurang. "Jika terbukti melakukan kecurangan, kami tidak segan-segan menindak sesuai dengan Undang-undang yang berlaku," jelas Bambang.

Untuk pengawasan terhadap SPBU dan agen gas di Kota Bogor merupakan tanggung jawab pemerintah, pemilik SPBU, dan masyarakat. "Jika menemukan volume atau tera dari SPBU atau gas yang kurang, Jangan segan-segan lapor ke kami," ungkap dia

M SIDIK PERMANA

Topik terhangat:
Ujian Nasional
| Bom Boston | Lion Air Jatuh | Preman Yogya | Prahara Demokrat


Berita lainnya:
Tersangka Bom Boston Ngetwit Setelah Ledakan
Hari Bumi 2013: Pergantian Musim Google Doodle

Menteri Keuangan Diberhentikan Saat Bertugas di AS

Erik Meijer Dinilai Tidak Pantas Jadi Direksi Garuda

Jokowi Ragu Lanjutkan MRT?


Grafis

Asgardia, Negera Luar Angkasa Pertama, Segera Dibangun

Asgardia, Negera Luar Angkasa Pertama, Segera Dibangun

Sejak diumumkan pada Oktober tahun lalu, lebih dari 280 ribu orang mendaftar menjadi warga negara luar angkasa Asgardia. Proyek mimpi yang sarat kontroversi. Meski masih berupa konsep, Asgardia kini tengah menghimpun 100 ribu pendukung konstitusinya untuk mendaftarkan status negara itu ke Perserikatan Bangsa-Bangsa.