Jumat, 22 September 2017

Tak Punya Uang, Lima Tol Bakrie Terlantar

Kamis, 27 September 2012 | 05:53 WIB
ANTARA/Koko

ANTARA/Koko.

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah memberi waktu hingga 2014 kepada Grup Bakrie untuk menyelesaikan sejumlah proyek jalan tol yang terbengkalai. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum Ahmad Ghani Gazali mengatakan, jika dalam jangka waktu dua tahun ke depan proyek ini tak rampung, pemerintah akan menggelar tender ulang. "Kami akan melihat dulu apa alasan proyek itu tidak berjalan," katanya Rabu 26 September 2012.

Lima ruas jalan tol yang hendak digarap PT Bakrie Toll Road terancam mangkrak. Kepala Sub-Bidang Pembebasan Lahan pada Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Herry Marzuki, mengatakan ruas tersebut meliputi Pejagan-Pemalang serta Batang-Semarang 1 dan 2.

Tiga ruas lainnya adalah Ciawi-Sukabumi, Pasuruan-Probolinggo, dan Cimanggis-Cibitung. Proyek ini termasuk bagian dari ruas jalan tol Trans Jawa, yang panjangnya mencapai 650 kilometer.

Herry melanjutkan, pembangunan jalan tol terhenti karena perusahaan tak memiliki cukup dana untuk operasionalisasi dan pembebasan lahan. Pada ruas Pejagan-Pemalang dan Batang-Semarang, misalnya, sebagian besar lahan belum dibebaskan.

Pada ruas Pejagan-Pemalang, tanah yang dibebaskan baru sepertiga. Sedangkan untuk ruas Batang-Semarang, "Pembebasan lahan baru 3,34 persen. Pembangunan ruas ini bahkan sudah terhenti sejak Juni 2011," katanya.


Tersendatnya pembangunan jalan tol milik kelompok usaha Bakrie tersebut, menurut analis PT BNI Securities, Thendra Crisnanda, antara lain karena perusahaan tak punya dana. Bakrie setidaknya harus memiliki uang sekitar Rp 30 triliun untuk menyelesaikan lima ruas yang terbengkalai. "Bakrie Toll Road masih memiliki utang Rp 1,8 triliun," katanya.

Ia menyarankan agar manajemen Bakrie Toll Road melelang sebagian sahamnya. "Jika biaya operasional yang dikeluarkan jauh lebih besar dari pendapatan, memang lebih baik dijual," ujar Thendra.

Pekan lalu Direktur Utama PT Bakrieland Development, Ambono Januarianto, menyatakan perusahaan yang dipimpinnya berniat melepas kepemilikan sahamnya di PT Bakrie Toll Road. Hasil divestasi akan digunakan untuk mengurangi utang perseroan. Emiten berkode ELTY ini menguasai 69,99 persen saham Bakrie Toll Road melalui anak usahanya, yaitu PT Bakrie Infrastructure.

Laporan selengkapnya di Koran Tempo yang bisa dibaca di sini.

SYAILENDRA | ISTMAN M.P | M. AZHAR

Berita Terpopuler:
DPR Terbelah Jika Kapolri Dipanggil KPK

Ini yang Akan Terjadi Jika Jendela Pesawat Dibuka 

PDIP Tak Setuju Protokol Antipenistaan Agama SBY

Bulan Madu PDIP dan Prabowo di Ujung Tanduk

DPR Pertanyakan Konflik Menhan dan Jakarta Post


Selengkapnya
Grafis

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Libur Nasional 2018 dan Waktu Cuti yang Cocok Kita Ambil

Tempat-tempat yang patut dikunjungi saat libur nasional tahun 2018, tamasya semakin asyik bila kita memperpanjang waktu istirahat dengan mengambil cuti.