Kamis, 17 Agustus 2017

Mata Rantai Pengadaan Barang dan Jasa Akan Dipangkas

Minggu, 14 Desember 2008 | 10:32 WIB

.

TEMPO Interaktif, Jakarta:Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (Ardin) akan memotong mata rantai pengadaan barang dan distribusi yang selama ini terlalu panjang dan membebani konsumen. Langkah ini ditempuh sebagai upaya untuk menekan harga barang dan jasa khususnya kebutuhan pokok masyarakat.

Menurut Anggota Ardin, Bambang Soesatyo, Aktualisasi fungsi dan peran Ardin sebagai mitra pemerintah, para produsen dan masyarakat itu akan dirumuskan dalam forum Musyawarah Nasional ARDIN 2008 yang digelar mulai Senin (15/12) hingga Selasa (16/12) pekan ini di Hotel Bidakara Jakarta.

"Panjangnya mata rantai pengadaan barang dan distribusi yang kini terjadi merupakan salah satu kendala berat yang dihadapi ARDIN dalam menjalankan fungsinya. Kendala lainnya adalah belum jalannya sertifikasi dan sistem distribusi nasional yang masih jauh dari harapan dan rasa keadilan.," kata Bambang yang juga kandidat Ketua Umum Ardin saat dihubungi Tempo Minggu (14/12).

Kondisi itu, ujar Bambang, telah menyebabkan ekonomi biaya tinggi serta membuka peluang bagi masuknya para spekulan yang cenderung mempermainkan harga barang. "Karena itu diperlukan langkah strategis dan efisiensi dalam sistem pengadaan barang dengan memotong mata rantai distribusinya," kata Bambang Soesatyo yang juga Ketua Komite Tetap Fiskal dan Moneter Kadin Indonesia.

Anton Aprianto




Grafis

Asgardia, Negera Luar Angkasa Pertama, Segera Dibangun

Asgardia, Negera Luar Angkasa Pertama, Segera Dibangun

Sejak diumumkan pada Oktober tahun lalu, lebih dari 280 ribu orang mendaftar menjadi warga negara luar angkasa Asgardia. Proyek mimpi yang sarat kontroversi. Meski masih berupa konsep, Asgardia kini tengah menghimpun 100 ribu pendukung konstitusinya untuk mendaftarkan status negara itu ke Perserikatan Bangsa-Bangsa.