Tingginya Kecepatan Saat Mendarat Dinilai Janggal

Reporter

Editor

Senin, 9 April 2007 07:54 WIB


TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Asosiasi Federasi Pilot Indonesia Manotar Napitupulu menilai janggal soal temuan tingginya kecepatan pesawat Garuda GA 200 yang terbakar di Yogyakarta pada awal Maret lalu saat melakukan pendaratan. “Ini tidak masuk akal. Karena dengan kecepatan 230 knot, pesawat tidak akan mungkin berhenti di ujung landasan,” katanya kepada Tempo di Jakarta Senin, (9/4).Menurut Manotar ada dua kemungkinan yang menyebabkan terjadinya peristiwa itu. Pertama, indikator di cockpit Garuda GA 200 rusak sehingga pilot tidak bisa menerima informasi yang benar soal kecepatan pesawat. Kedua, pilot sedang tidak berkonsentrasi sehingga mengabaikan kecepatan pesawat saat mendarat. “Bisanya pilot dan kopilot sedang blank,” katanya. Seperti diberitakan Koran Tempo hari ini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengakui, saat proses mendarat, kecepatan pesawat Garuda GA-200, yang terbakar di Yogyakarta pada awal Maret lalu, terlalu tinggi. Sesuai dengan data kotak hitam, kata Mardjono Siswo Suwarno, Ketua Tim Investigasi KNKT untuk kecelakaan Garuda, saat mendarat kecepatan pesawat mencapai 230 knot atau setara dengan 425,5 kilometer per jam (1 knot setara dengan 1,85 kilometer per jam). Kecepatan itu hampir dua kali lipat di atas batas normal 140 knot atau 259 kilometer per jam. "Kebanteran (terlalu cepat)," katanya di Jakarta kemarin. Dia menambahkan, mendarat dengan kecepatan yang terlalu tinggi bisa mengakibatkan struktur pesawat rusak. Garuda GA-200 jenis Boeing 737-400 keluar dari landasan saat mendarat di Bandar Udara Adisutjipto, Yogyakarta, 7 Maret lalu. Pesawat kemudian terbakar dan menewaskan 21 orang dari 133 penumpangnya. Pernyataan itu menanggapi pemberitaan koran Australia Sydney Morning Herald (SMH) edisi Sabtu lalu, yang menyebutkan Garuda mendarat dengan kecepatan dua kali angka normal. Saat menyentuh landasan, kecepatan mencapai 410 kilometer per jam, hampir dua kali kecepatan yang direkomendasikan, 250 kilometer per jam. Padahal panjang landasan terbatas. Namun, Mardjono menegaskan KNKT belum bisa menyimpulkan fakta itulah penyebab celakanya Garuda. Tim masih perlu menyelidiki lebih lanjut data ini. Penyelidikan tidak hanya pada aspek teknis, tapi juga suasana ketika pesawat sedang terbang serta kondisi pilot dan kopilotnya. "Nanti juga perlu ada tes urine dan psikologis," ia memaparkan.Setri Yasra





Kasus 3 Tersangka Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda Segera Disidangkan

3 hari lalu

Kasus 3 Tersangka Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda Segera Disidangkan

Kerugian korupsi pengadaan pesawat Garuda mencapai US$ 609.814.504 ekuivalen Rp8,8 triliun.


Kejagung Periksa Dua Saksi Kasus Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda Indonesia

18 hari lalu

Kejagung Periksa Dua Saksi Kasus Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda Indonesia

Pemeriksaan saksi ini merupakan tindak lanjut penanganan perkara tiga tersangka kasus Garuda Indonesia.


Kejagung Periksa 2 Orang Saksi Kasus Dugaan Korupsi di PT Garuda Indonesia

8 Maret 2022

Kejagung Periksa 2 Orang Saksi Kasus Dugaan Korupsi di PT Garuda Indonesia

Kejaksaan Agung memeriksa dua orang saksi kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat di PT Garuda Indonesia.


Kasus Garuda, Kejagung Selidiki Duit Korupsi yang Masuk ke Swasta Asing

26 Februari 2022

Kasus Garuda, Kejagung Selidiki Duit Korupsi yang Masuk ke Swasta Asing

Tim penyidik Kejagung masih mendalami seluruh transaksi keuangan yang dilakukan oleh PT Garuda Indonesia.


Dugaan Korupsi Garuda, Lion Air Sebut Presiden Direkturnya Batal Diperiksa Jaksa

11 Februari 2022

Dugaan Korupsi Garuda, Lion Air Sebut Presiden Direkturnya Batal Diperiksa Jaksa

Kejaksaan Agung sudah menaikkan status dugaan korupsi di Garuda Indonesia dari penyelidikan ke penyidikan.


Kejagung Periksa 3 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Garuda Indonesia

1 Februari 2022

Kejagung Periksa 3 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Garuda Indonesia

Ketiga saksi berasal dari PT Garuda Indonesia (persero) Tbk. dan memiliki keterkaitan dengan mekanisme perencanaan, pengadaan, dan pembayaran pesawat


Kejaksaan Agung Libatkan BPKP dalam Penanganan Dugaan Korupsi Garuda

14 Januari 2022

Kejaksaan Agung Libatkan BPKP dalam Penanganan Dugaan Korupsi Garuda

Erick Thohir melaporkan kasus dugaan korupsi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk ke Kejaksaan Agung. Membawa hasil audit BPKP.


Laporkan Kasus Korupsi Pesawat Garuda, Erick Thohir: Perbaikan Menyeluruh BUMN

11 Januari 2022

Laporkan Kasus Korupsi Pesawat Garuda, Erick Thohir: Perbaikan Menyeluruh BUMN

Erick Thohir menyampaikan tentang rencana pemerintah yang ingin melakukan restrukturisasi untuk menyelamatkan Garuda


Kejagung akan Kembangkan Kasus Dugaan Korupsi Garuda hingga Bersih

11 Januari 2022

Kejagung akan Kembangkan Kasus Dugaan Korupsi Garuda hingga Bersih

Jaksa Agung Sanitiar Burhanuddin mengatakan akan mengembangkan kasus dugaan korupsi PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang dilaporkan Erick Thohir.


KPK Serahkan Berkas Tahap II Kasus Korupsi Garuda Indonesia ke JPU

30 Desember 2020

KPK Serahkan Berkas Tahap II Kasus Korupsi Garuda Indonesia ke JPU

KPK menyerahkan berkas perkara tahap dua kasus dugaan kasus korupsi Garuda Indonesia milik Hadinoto Soedigno ke jaksa penuntut.