Selasa, 22 September 2020

BEJ Minta Lippo Umumkan Perbedaan Laporan Keuangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Bursa Efek Jakarta meminta manajemen Bank Lippo Tbk. mengumumkan kembali laporan keuangan kuartal III tahun 2002 perusahaannya, melalui media massa dalam minggu ini. Hal ini terungkap dalam pertemuan antara manajemen Lippo dengan BEJ, di Gedung Bursa Efek Jakarta, Rabu (15/1) siang. Seperti dituturkan Direktur Utama BEJ Erry Firmansyah kepada Tempo News Room melalui sambungan telepon, Rabu malam, hadir dalam pertemuan itu Presiden Direktur Bank Lippo I Gusti Made Mantra dan dari pihak BEJ hadir Direktur Pencatatan Harry Wiguna. Sedangkan Erry mengaku berhalangan hadir. Dalam pertemuan itu, Made Mantra menjelaskan perihal perbedaan laporan keuangan itu. Sebelumnya, seperti dikutip Stockwatch, dia menyatakan siap memberikan penjelasan kepada BEJ menyusul perbedaan laporan keuangan perseroan, yang dilansir di media cetak dengan yang diserahkan kepada otoritas bursa. Menurut Made Mantra, seperti dituturkan Erry, laporan keuangan kuartal III tahun 2002 yang dipublikasikan pada 28 November 2002 lalu belum memasukkan hasil penilai terhadap transaksi yang diketahui kemudian. Laporan keuangan itu dilansir guna memenuhi ketentuan Bank Indonesia, agar laporan keuangan diumumkan paling lambat 60 hari setelah masa buku ditutup. "Kalau menurut BEJ tidak harus diumumkan itu," kata Erry. Namun pada 16 Desember 2002, Ernst & Young selaku penilai menyampaikan perlunya pencadangan untuk portofolio pinjaman dan dimasukkan dalam laporan keuangan per 30 September 2002. Tujuannya untuk standar akuntansi. "Mereka baru adjusment-nya selesai tanggal 15 Desember. Akibatnya mereka melakukan restatement," papar Erry. Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan laporan keuangan per 30 September tahun lalu, Bank Lippo masih membukukan keuntungan Rp 98 miliar. Namun, menurut laporan keuangan per Desember 2002 yang disampaikan kepada BEJ, sebagai otoritas bursa, bank ini mengalami kerugian Rp1,2 triliun. Kerugian ini dihitung mengacu pada standar akuntansi dan peraturan Bank Indonesia. Pihak Lippo berdalih, kerugian itu terjadi menyusul adanya laporan konsultan penilai per 16 Desember terhadap aset yang diambil alih dan sekarang dalam proses penjualan. Menurut penilaian konsultan mengacu harga pasar, aset properti senilai Rp 2,6 triliun itu telah menurun menjadi Rp 1,6 triliun sehingga Lippo harus menyediakan cadangan sebesar Rp 980 miliar. Selain itu, bank ini juga mencadangkan untuk aset lain yang kualitasnya memburuk sebesar Rp 400 miliar. Sehingga total dana yang dicadangkan sebesar Rp 1,4 triliun. Keuntungan bank ini sebesar Rp 200 miliar tidak memadai untuk menutupi pencadangan sebesar Rp 1,4 triliun, sehingga Bank Lippo dianggap rugi Rp 1,2 triliun. Menanggapi penjelasan ini, Erry meminta manajemen untuk mengumumkan kembali laporan keuangan mereka dan perihal perbedaannya."Kita minta mereka mengumumkan perbedaan ini di surat kabar dalam minggu ini," katanya. Jika itu tidak dilakukan, lanjutnya, BEJ akan menjatuhkan sanksi kepada bank itu. Erry mengaku tidak dalam posisi menilai masalah ini dan adanya perbedaan itu, tapi hanya menjalankan pertauran keterbukaan perusahaan kepada publik. "Yang kita pinta 'kan disclosure-nya. Soal keterbukaan pada publik," katanya. Terkait dengan tudingan sejumlah pihak mengenai kecurigaan harga saham bank itu di bursa yang terus anjlok, Erry mengaku tidak menemukan pelanggaran. Seperti diketahui, enam bulan lalu harga sahamnya masih Rp 70 per lembar. Tapi sekarang sudah anjlok hingga Rp 26 per lembar (karena reverse stock split atau penggabungan nilai nominal saham hingga 10 kali hingga seolah naik menjadi Rp 260 per lembar). Analis bursa curiga saham ini digoreng karena transaksi hanya dilakukan pihak tertentu. "Saya belum terima laporan dari Divisi Pemantauan," kata Erry. Pihak BEJ, lanjutnya, tiap hari terus memantau pergeraksan saham tiap emiten di bursa. "Tapi hingga sekarang saya belum terima alert dari divisi pemantaun," ujar dia. (Yura Syahrul - Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.