Permintaan Genset Melonjak

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Banjir yang merendam Jakarta dan sekitarnya sejak akhir pekan lalu membuat permintaan genset atau generator listrik meningkat tajam. Sejumlah penjual genset di Pasar Glodok, Jakarta Barat, dan Pasar Kenari, Jakarta Pusat, sampai kewalahan menangani permintaan.General Manager Toko Cahyadi Alam di Glodok, Susanto, kemarin menyatakan, sejak Jumat lalu, penjualan naik sepuluh kali lipat. "Kami bisa mendapatkan seratus pembeli genset," katanya di tokonya. Menurut dia, yang paling diminati genset ukuran 1.000-5.000 watt dengan merek Multi Equipment buatan Cina.Harga per unit Rp 800 ribu sampai Rp 5 juta. Susanto mengaku tak menaikkan harga meski permintaan meningkat. "Hanya kuantitasnya kami tambah karena banyak permintaan," ujarnya.Namun, di toko UD Maju Jaya, yang berjarak sekitar 50 meter dari toko Cahyadi Alam, penjualan genset kurang menggembirakan. "Kalaupun di toko lain banyak pembeli, sifatnya sementara karena listrik di daerah yang sudah surut airnya akan kembali dinyalakan," ucap Dadan, pemilik toko. Ia mengaku menaikkan harga hingga 10 persen karena banyaknya permintaan.Manajer Toko Pusat Perkakas Krisbow di Pasar Kenari, Dwi Setianto, juga mengakui penjualan genset naik drastis. "Penjualan naik drastis sejak Jumat lalu," katanya kemarin. Di tokonya, pembeli genset mencapai 50 orang per hari sehingga jumlah penjualan di tokonya naik 10 kali lipat. "Biasanya cuma dua, tapi sekarang (laku) sampai 20 unit per hari," ujar Dwi. Ia menyatakan sampai kewalahan melayani pesanan, terutama dari warga perumahan, genset dengan kapasitas 2.000-4.000 watt.Pengakuan serupa muncul dari Lina, pemilik toko genset lainnya. "Saya bisa menjual sampai 30 buah per hari dengan harga Rp 1,7-4 juta per buah," katanya. Rata-rata pembelinya warga korban banjir, seperti warga Jatinegara, Sunter, Pulogadung, Kemayoran, dan Kelapa Gading. Banyak juga sukarelawan banjir yang menggunakan genset untuk menyedot air yang menggenang.Gunawan, calon pembeli genset, di Glodok menyatakan memilih merek Honda karena mudah suku cadangnya. "Saya bisa menjualnya dengan cepat," ujar warga Perumahan Duta Mas, Jelambar, Jakarta Barat, itu. Produk Honda juga diyakininya tak menipu kapasitas watt seperti produk Cina. "Seharusnya 2.000 watt, tapi ternyata hanya 1.000 watt." Gunawan menilai harga dinaikkan terlalu tinggi karena genset merek Honda 2.500 watt yang sebelumnya Rp 4,8 juta sekarang dijual Rp 5,5 juta.Adapun Iswandi, warga Cipinang Muara, menyatakan terpaksa membeli genset karena kebutuhan listrik tak bisa ditunda. Pemadaman listrik membuat keluarganya tak bisa mencuci dan mandi. "Saya butuh listrik untuk kebutuhan di rumah sekitar 2.000 watt," ujar Iswandi di Pasar Kenari. Pembeli lain, Endri, terpaksa membeli genset ukuran 2.500 watt seharga Rp 1,9 juta. "Yang penting bisa nyalain jet-pump dulu," ujar Endri. l Sorta Tobing | Rafli Wibowo

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.