Debitor Cairkan Kredit Investasi di Semester II, Apa Pemicunya?

Reporter

Editor

Sejumlah pekerja membangun tiang underpass di lokasi megaproyek infrastruktur jalan tol Trans Jawa ruas Solo-Ngawi-Kertosono di Ngawi, Jawa Timur, 17 April 2016. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah pihak menyatakan banyaknya debitor yang mencairkan kredit investasinya di perbankan pada semester kedua tahun ini salah satunya tak lepas dari target pengerjaan proyek infrastruktur. SEVP Corporate Banking PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Alexandra Askandar, misalnya, menyatakan, kredit investasi untuk sektor infrastruktur harus segera dicairkan karena berkaitan dengan pengerjaan proyeknya.

“Semakin cepat perkembangan pengerjaan proyeknya, pencairan penggunaan fasilitas kreditnya pun juga semakin cepat,” ujar Alexandra di Jakarta, pekan lalu. Sampai akhir semester pertama tahun ini, bank berkode emiten BMRI itu mencatatkan pertumbuhan kredit investasi sebesar 14,43 persen menjadi Rp 183,16 triliun.

Baca: Kredit Tumbuh, Bank Mandiri Akan Naikkan Suku Bunga Deposito

Hal senada disampaikan oleh Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia TBk. Achmad Baiquni. Ia menuturkan, kalaupun kredit yang belum ditarik untuk kredit investasi masih cukup tinggi, itu disebabkan oleh memang belum waktunya melakukan penarikan kredit. “Kalau investasi kan memang harus sesuai jadwal yang sudah direncanakan, berbeda dengan kredit modal kerja,” tuturnya.

Namun begitu, Baiquni menyebutkan, sudah ada beberapa debitor korporasi swasta yang sudah menarik kredit untuk belanja modal yang berarti menggunakan kredit investasi. Pasalnya, saat ini menjadi waktu yang paling sesuai untuk mulai investasi seiring dengan tahap pemulihan ekonomi global.

Dari pengamatannya, Baiquni melihat sejauh ini permintaan kredit dari debitor swasta, terutama untuk investasi tidak lesu. “Banyak dari mereka justru melihat saat ini menjadi timing yang pas untuk investasi karena melihat peluang dari pemulihan ekonomi global,” katanya. Per Juni 2017, untuk pertumbuhan kredit investasi pihak ketiga bank berkode emiten BBNI itu mencatatkan kenaikan sebesar 8,67 persen menjadi Rp 93,86 triliun.

Dari data Bank Indonesia (BI) sampai Juli 2017 menunjukkan kredit investasi naik sebesar 6,2 persen menjadi Rp 1.110 triliun dibandingkan dengan Juli 2016. Persentase pertumbuhan itu pun lebih tinggi ketimbang Juni 2017 yang naik sebesar 6,1 persen. Untuk penyaluran kredit kepada debitor swasta sampai Juni 2017 juga masih tumbuh satu digit sebesar 7,18 persen menjadi Rp 4.114 triliun dibandingkan dengan periode sama pada tahun lalu.

BISNIS.COM






Perbankan Tetap Andalkan Kredit Infrastruktur

31 Januari 2019

Perbankan Tetap Andalkan Kredit Infrastruktur

Perbankan tetap membuka ruang untuk penyaluran kredit infrastruktur tahun ini.


Tanpa Modal, Ratu Prabu Biayai LRT dari Pinjaman Bank Cina

10 Januari 2018

Tanpa Modal, Ratu Prabu Biayai LRT dari Pinjaman Bank Cina

Ratu Prabu Energi berencana menggarap proyek LRT senilai Rp 30 triliun.


Bank Jaga Risiko Penyaluran Kredit Infrastruktur dengan Cara Ini

6 November 2017

Bank Jaga Risiko Penyaluran Kredit Infrastruktur dengan Cara Ini

Kalangan perbankan berusaha menjaga risiko penyaluran kredit infrastruktur dengan sejumlah upaya.


Akhir September 2017, Debitor Mulai Cairkan Kredit Investasi  

18 September 2017

Akhir September 2017, Debitor Mulai Cairkan Kredit Investasi  

Menjelang akhir kuartal ketiga tahun ini atau per September 2017, kelompok bank swasta melihat mulai banyak kredit investasi yang dicairkan debitor.


Bahana Terbitkan Reksa Dana Terbatas Proyek Infrastruktur

4 September 2017

Bahana Terbitkan Reksa Dana Terbatas Proyek Infrastruktur

Bahana menerbitkan reksa dana penyertaan terbatas senilai USD 35 juta untuk proyek pelabuhan dan Rp 5 triliun untuk jalan tol tahun depan.


Menteri Agama: Dana Haji Boleh untuk Pembangunan Infrastruktur

29 Juli 2017

Menteri Agama: Dana Haji Boleh untuk Pembangunan Infrastruktur

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyatakan dana setoran biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) boleh dikelola untuk hal-hal produktif.


Jasa Marga Raup Rp 1 Triliun dari Bank Syariah Mandiri

12 Juni 2017

Jasa Marga Raup Rp 1 Triliun dari Bank Syariah Mandiri

Pembiayaan dari Bank Syariah Mandiri (BSM) sebesar Rp 1 triliun untuk percepatan pembebasan lahan di ruas jalan tol baru.


Bank Mandiri Salurkan Pembiayaan Infrastruktur Rp 1,5 Triliun

1 Juni 2017

Bank Mandiri Salurkan Pembiayaan Infrastruktur Rp 1,5 Triliun

Bank Mandiri menyalurkan pembiayaan sebesar Rp1,5 triliun kepada PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF)


Bank Mandiri Kucurkan Kredit Infrastruktur Rp 1,5 T untuk PT IIF

31 Mei 2017

Bank Mandiri Kucurkan Kredit Infrastruktur Rp 1,5 T untuk PT IIF

Pada periode Januari - April 2017, pembiayaan Bank Mandiri ke
sektor infrastruktur telah mencapai Rp 9,36 triliun


BNI Manado Targetkan Penyaluran Kredit Sebanyak Rp6,75 Triliun

26 Mei 2017

BNI Manado Targetkan Penyaluran Kredit Sebanyak Rp6,75 Triliun

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menargetkan baki debit dari penyaluran kredit atau outstanding sebanyak Rp6,75 triliun di wilayah Manado