Begini Cara Agung Podomoro Tangani Sampah Apartemen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah pemulung berebut sampah layak jual di tempat pembuangan akhir (TPA) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, (16/06). Pembahasan mengenai perpanjangan izin penggunaan lahan TPA yang berakhir 3 Juli nanti masih berlarut-larut. Foto: TEMPO/Haml

    Sejumlah pemulung berebut sampah layak jual di tempat pembuangan akhir (TPA) Bantar Gebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, (16/06). Pembahasan mengenai perpanjangan izin penggunaan lahan TPA yang berakhir 3 Juli nanti masih berlarut-larut. Foto: TEMPO/Haml

    TEMPO.CO, Jakarta - Inner City Management (ICM), perusahaan pengelola apartemen di bawah naungan Agung Podomoro Grup, berupaya menekan jumlah sampah yang masuk ke Bantar Gebang dengan menerapkan pengelolaan sampah terpadu di setiap apartemen yang dikelolanya melalui program Green Waste.

    Saat ini, sudah ada delapan apartemen yang dikelola ICM dengan menerapkan program Green Waste, yakni Superblok Podomoro City, Kalibata City, Green Bay Pluit, Green Lake Sunter, Sudirman Park Apartement, CBD Pluit, Rusunawa Daan Mogot, dan Vimala Hills Gadog, Bogor.

    Menurut Bambang Setiobudi, Direktur ICM, apartemen yang dalam waktu dekat ini akan diterapkan program Green Waste adalah Marina Mediterania Residences, Ancol, Jakarta Utara. “Parahayangan Residences Bandung juga mau dan sudah minta. Tinggal kami survei,” katanya.

    Koordinator Estate and Green Waste ICM Kadek R. Biantara menambahkan, konsep yang diterapkan dalam pengelolaan sampah oleh ICM menganut 4R, yaitu reuse, reduce, recycle dan replant. Konsep tersebut diterapkan bersama 4G, yaitu green city, green waste, green water, dan green energy.

    Menurutnya, konsep tersebut memiliki banyak manfaat bagi pengelola apartemen dalam mengurangi sampah. Adapun konsep tersebut sudah diterapkan Superblok Podomoro City di Jalan S. Parman, Jakarta Barat.

    Baca: Agung Podomoro Buat 1.000 Rumah Menengah Atas di Pulau Reklamasi

    Di kawasan tersebut terdapat 14 tower yang terdiri atas 8.600 unit apartemen dan 130 ruko. Dari jumlah itu, sampah yang dihasilkan mencapai 600 kubik. Dengan adanya program Green Waste, sampah tersebut dapat ditekan menjadi separuhnya.

    Manfaat lainnya adalah memberikan pekerjaan kepada para pemulung yang bertugas memilah sampah organik dan anorganik. Seluruh hasil pemilahan sampah anorganik, seperti plastik, dijual pemulung kepada pengepul untuk kemudian diolah menjadi produk daur ulang. Adapun uang yang dihasilkan dari penjualan tersebut seluruhnya diberikan kepada pemulung.

    Sedangkan sampah organik diolah menjadi kompos padat, kompos cair, dan gas metana. Kompos padat dapat digunakan untuk pupuk tanaman di lingkungan apartemen ataupun diberikan kepada warga di sekitar apartemen.

    Bambang mengatakan pihaknya berkomitmen untuk terus menerapkan Green Waste di semua apartemen yang dikelolanya. Pengelolaan sampah yang baik ini, Bambang melanjutkan, merupakan bagian dari layanan yang diberikan ICM kepada para pemilik apartemen.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.