Sri Mulyani: Pangkas Pos Anggaran, Penerimaan Terus Digenjot

Reporter

Editor

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kanan), berbincang dengan Wakil Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah (kiri), sebelum rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI di Jakarta, 30 Agustus 2016. Rapat ini membahas pembicaraan Tk.I/pembahasan RUU tentang APBN TA 2017. TEMPO/Dhemas Reviyanto

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemangkasan beberapa pos dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 dilakukan untuk memperkuat pondasi perekonomian Indonesia. Selama ini, menurut Sri, pondasi ekonomi sedikit goyah karena target dalam APBN kerap tidak tercapai.

"Karena itu, begitu kembali, saya ingin bagaimana APBN bisa kredibel dan efektif. Itulah kenapa ada penyesuaian. Tahun ini belanja berkurang. Tapi, penerimaan tentu tetap akan didorong, termasuk dari tax amnesty," ujar Sri dalam seminar Foreign Policy Community of Indonesia di The Kasablanka, Jakarta, Sabtu, 17 September 2016.

Sri menuturkan pemerintah akan terus memperkuat pondasi perekonomian di tengah kondisi global yang melemah. Di sektor riil, menurut dia, pemerintah telah mengeluarkan paket kebijakan ekonomi jilid ke-13 yang menyentuh sektor perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain itu, Sri berujar, pemerintah juga terus meningkatkan produktivitas melalui pembangunan infrastruktur. Pengurangan kesenjangan, menurut dia, juga menjadi fokus pemerintah. "Kebijakan membangun dari pinggiran adalah pilihan kebijakan untuk mengoreksi hal-hal itu," ujarnya.

Agar perekonomian bisa terus tumbuh, menurut Sri, pemerintah akan meningkatkan penciptaan lapangan kerja. Namun, kata dia, lapangan kerja tidak hanya dibuat oleh pemerintah. "Kami membuka kesempatan bagi partisipasi swasta. Masyarakat harus produktif," tutur Sri.

Meskipun upaya-upaya itu akan terus dilakukan, Sri menilai, pondasi perekonomian Indonesia saat ini relatif bagus. Pasar domestik cukup besar. Demografi pun, menurut dia, didominasi oleh masyarakat yang masih muda. "Middle class juga terus tumbuh. Ada peningkatan minat di sektor finansial," katanya.

ANGELINA ANJAR SAWITRI






Terpopuler Bisnis: Cara Cek BLT BBM Cair Bulan Depan, Sri Mulyani Heran Data Pajak Tak Seperti Kabar PHK

16 jam lalu

Terpopuler Bisnis: Cara Cek BLT BBM Cair Bulan Depan, Sri Mulyani Heran Data Pajak Tak Seperti Kabar PHK

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Jumat kemarin 25 November dimulai dari BLT BBM akan cair lagi di bulan depan.


Bulan Depan Panglima TNI Andika Perkasa Pensiun, Berikut Batas Umur Pensiun TNI dan Gajinya

1 hari lalu

Bulan Depan Panglima TNI Andika Perkasa Pensiun, Berikut Batas Umur Pensiun TNI dan Gajinya

Panglima TNI Andika Perkasa bulan depan pensiun. Berapakah batas usia pensiun prajurit TNI, dan berapa besaran gajinya?


ESDM Bakal Bagikan 680 Ribu Rice Cooker Gratis, Siapa yang Berhak Menerima?

1 hari lalu

ESDM Bakal Bagikan 680 Ribu Rice Cooker Gratis, Siapa yang Berhak Menerima?

ESDM mengklaim penanak nasi listrik yang dibagikan kepada masyarakat itu sudah menggunakan sistem kelistrikan yang andal.


BLT BBM Bakal Cair Lagi Desember, Berikut Cara Cek Penerima dan Penyalurannya

1 hari lalu

BLT BBM Bakal Cair Lagi Desember, Berikut Cara Cek Penerima dan Penyalurannya

BLT BBM merupakan subsidi untuk masyarakat yang diberikan setelah pemerintah mengerek harga Pertalite dan Solar.


APBN Defisit Rp 169,5 Triliun, Sri Mulyani Yakin Akhir Tahun Lebih Baik

1 hari lalu

APBN Defisit Rp 169,5 Triliun, Sri Mulyani Yakin Akhir Tahun Lebih Baik

Sri Mulyani menuturkan defisit APBN akan terjadi sampai akhir tahun, namun angkanya membaik dan masih sesuai dengan target dalam Perpres.


Terpopuler Bisnis: Sri Mulyani Kaji Pemberian Bantuan Cegah PHK, Dana Pemda Nganggur Rp 278 T

1 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Sri Mulyani Kaji Pemberian Bantuan Cegah PHK, Dana Pemda Nganggur Rp 278 T

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Kamis, 24 November 2022, dimulai dari Sri Mulyani mempertimbangkan pemberian bantuan PHK.


PPh 21 hingga Oktober Tumbuh 21 Persen, Sri Mulyani: Jika Dibandingkan Berita PHK Jadi Kikuk

1 hari lalu

PPh 21 hingga Oktober Tumbuh 21 Persen, Sri Mulyani: Jika Dibandingkan Berita PHK Jadi Kikuk

Sri Mulyani menyatakan bahwa data penerimaan pajak penghasilan atau PPh Pasal 21 mencatatkan pertumbuhan yang tinggi.


Dana Pemda Mengendap di Bank Jadi Rp 278 T, Sri Mulyani: Naik Sangat Signifikan

2 hari lalu

Dana Pemda Mengendap di Bank Jadi Rp 278 T, Sri Mulyani: Naik Sangat Signifikan

Anggaran pemerintah daerah atau pemda yang tersimpan di bank mencapai Rp278,7 triliun per Oktober 2022


Kaji Bantuan Cegah Gelombang PHK, Sri Mulyani Ajak BI, OJK hingga Kemnaker Berembug

2 hari lalu

Kaji Bantuan Cegah Gelombang PHK, Sri Mulyani Ajak BI, OJK hingga Kemnaker Berembug

Sri Mulyani akan mempertimbangkan pemberian bantuan untuk mengatasi badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)


Optimistis Ekonomi Tahun Ini 5,3 Persen, Sri Mulyani: Indeks Keyakinan Konsumen Masih Tinggi

2 hari lalu

Optimistis Ekonomi Tahun Ini 5,3 Persen, Sri Mulyani: Indeks Keyakinan Konsumen Masih Tinggi

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani tetap optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022 mencapai 5,3 persen.