Penjualan E-Commerce Naik Pesat di Perkotaan

Reporter

Editor

Pekerja menyiapkan barang pesanan pelanggan untuk dikirim di gudang situs belanja online mataharimall.com di Jakarta, 10 Desember 2015. Tahun ini, sebanyak 140 e-commerce akan memberikan diskon hingga 90% dengan nilai total diskon diperkirakan mencapai Rp 120 miliar. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Canberra — Tren jangka pendek menunjukkan, meski konsumsi rumah tangga stabil, terjadi pergeseran pola konsumsi di masyarakat. Menurut Raden Pardede, Co-Founder Creco Consulting, konsumsi rumah tangga bergeser dari kebutuhan bahan pokok ke jasa dan rekreasi. 

“Perdagangan online naik sangat pesat, terutama di antara generasi muda yang tinggal di area urban,” kata Raden pada hari pertama Konferensi Indonesia Update 2017 di Australian National University, Canberra, Australia, Ahad 17 September 2017. Sementara daya beli kelompok berpenghasilan rendah dan pekerja informal menurun.

Konferensi ini membahas situasi politik dan ekonomi terkini di Indonesia. Dihadiri ratusan peserta, konferensi yang kali ini mengusung tema “Indonesia in the New World: Globalisation, Nationalism and Sovereignity” tersebut diadakan pada Jumat dan Sabtu akhir pekan ini.

Sejumlah pengamat Indonesia—dikenal dengan sebutan Indonesianis—berkumpul pada perhelatan tahunan ini. Di antaranya sejarawan Anthony Reid dan Robert Cribb, ahli politik Marcus Meitzner dan Edward Aspinall, ekonom Hal Hill, dan ahli geografi Jeffrey Neilson.

Raden menyebutkan, perubahan pola konsumsi ini mempengaruhi pedagang dan pasar, yang berpotensi berdampak negatif terhadap penciptaan lapangan kerja dan pendapatan rumah tangga, terutama di pasar tradisional. “Sebagian untung, sebagian rugi,” ujarnya.

Hal ini terlihat dari jatuhnya penjualan di pusat perbelanjaan yang lebih tua dan ‘less convenient’ sepanjang 2016-2017, sementara penjualan pada pusat perbelanjaan lebih modern mengalami kenaikan pada periode yang sama. Hal ini terihat dari survei yang dilakukan BCA di Jabodetabek.

Pusat perbelanjaan yang lebih ‘tua’ itu antara lain Metro Pasar Baru; Taman Palem Mall; Glodok Plaza; Mangga Dua Mall. Adapun pusat perbelanjaan modern meliputi Gandari City; Kasablanka Mall; Mal Central Park.

Pada periode yang sama, penjualan minimarket mengalami kenaikan. Menurut Raden, peran minimarket yang bertebaran telah menggantikan hypermarket dan pasar tradsional. “Ini yang membuat penciptaan lapangan kerja di pusat perbelanjaan yang lebih tua dan pasar tradisional berantakan,” ujar Raden, yang pernah menjadi Presiden Komisaris PT Perusahaan Pengelolaan Aset (PPA).

Pada saat yang sama, pangsa pasar toko offline mulai tergerus. Hal ini terlihat dari menurunnya transaksi bulanan toko offline ketimbang penjualan melalui toko online. “Empat tahun lalu, toko online bukan siapa-siapa,” kata Raden. Transaksi e-Commerce empat tahun lalu hanya 0,64 persen. Per Juni 2017, angka tersebut naik menjadi 20,10 persen.

Tren penjualan yang melesat ini terlihat pada penjualan Tokopedia, Shopee, dan Lazada. Tak heran bila bulan lalu, Alibaba mengucurkan dana US$1,1 miliar atau Rp 14 triliun untuk Tokopedia. Sebelumnya, Alibaba telah menguasai mayoritas saham Lazada. Adapun Tencent memiliki saham di Shopee. “Terjadi pertarungan antara dua raksasa, Alibaba dan Tencent, di pasar online Indonesia,” kata Raden.

Pada saat yang sama, kedua raksasa e-Commerce tersebut mengendalikan informasi, terutama mengenai pola transaksi konsumen dan penjualan toko online, termasuk sistem pembayaran. “Setelah menguasai big data, mereka bisa masuk ke sektor perbankan, semisal sektor kredit,” kata Raden.

YANDRIE ARVIAN 






PHK 1.300 Karyawan, Manajemen GoTo: Langkah Sulit, Tapi Demi Bisnis Makin Sehat

16 jam lalu

PHK 1.300 Karyawan, Manajemen GoTo: Langkah Sulit, Tapi Demi Bisnis Makin Sehat

Direktur GOTO Melissa Siska Juminto mengatakan PHK terhadap 1.300 karyawan pada November lalu dilakukan untuk mendorong kinerja bisnis yang semakin sehat.


Riset Kadence: Tokopedia Platform E-Commerce Paling Aman dan Terpercaya

18 jam lalu

Riset Kadence: Tokopedia Platform E-Commerce Paling Aman dan Terpercaya

Mayoritas responden dari survei Kadence International menyebut Tokopedia sebagai platform e-commerce yang paling aman dan dapat dipercaya.


Saham GOTO Jeblok Sejak Akhir November, Manajemen Blak-blakan Jelaskan Sebabnya

23 jam lalu

Saham GOTO Jeblok Sejak Akhir November, Manajemen Blak-blakan Jelaskan Sebabnya

Manajemen PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. menjelaskan apa saja yang mempengaruhi kinerja operasional dan menyebabkan harga saham GOTO terus turun.


Tokopedia Tetapkan Pemenang Tokopedia Beauty Awards 2022

6 hari lalu

Tokopedia Tetapkan Pemenang Tokopedia Beauty Awards 2022

Ratusan ribu votes telah menentukan pemenang di 25 kategori produk kecantikan dan perawatan diri melalui Tokopedia Beauty Awards 2022


East Ventures: Era Keemasan Ekonomi Digital Indonesia di Depan Mata

17 hari lalu

East Ventures: Era Keemasan Ekonomi Digital Indonesia di Depan Mata

Managing Partner East Ventures Roderick Purwana memperkirakan pertumbuhan ekonomi digital masih melesat.


Boy Thohir Pernah Bilang GoTo akan sampai 200 Tahun, Profil Komut GoTo dan Perusahaan-perusahaannya

17 hari lalu

Boy Thohir Pernah Bilang GoTo akan sampai 200 Tahun, Profil Komut GoTo dan Perusahaan-perusahaannya

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. umumkan PHK massal 1.300 karyawan. Begini profil Komisaris GoTo Garibaldi Thohir atau Boy Thohir dan banyak perusahaannya


Startup Digital yang Termasuk Pandemic Darling Lakukan PHK Massal, Ini Penyebabnya

18 hari lalu

Startup Digital yang Termasuk Pandemic Darling Lakukan PHK Massal, Ini Penyebabnya

Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menanggapi ihwal maraknya PHK besar-besaran di startup digital.


Profil William Tanuwijaya Komisaris GoTo dan CEO Tokopedia, Pernah Jadi Penjaga Warnet

18 hari lalu

Profil William Tanuwijaya Komisaris GoTo dan CEO Tokopedia, Pernah Jadi Penjaga Warnet

Gonjang-ganjoing PHK Massal GoTo. William Tanuwijaya, Komisaris GoTo dan CEO Tokopedia ini pernah menjadi penjaga warnet.


Profil Pemegang Saham Terbesar GoTo: William Tanuwijaya, Melissa Siska Juminto, Andre Sulistyo, Kevin Bryan Aluwi

18 hari lalu

Profil Pemegang Saham Terbesar GoTo: William Tanuwijaya, Melissa Siska Juminto, Andre Sulistyo, Kevin Bryan Aluwi

Baru setahun, GoTo sudah melakukan PHK massal 1.300 karyawan. Berikut sekilas profil 4 pemegang saham terbesar perusahaan merger Gojek dan Tokopedia.


CEO GoTo Minta Maaf Tak Dapat Sampaikan Keputusan PHK Lebih Awal

18 hari lalu

CEO GoTo Minta Maaf Tak Dapat Sampaikan Keputusan PHK Lebih Awal

CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Andre Soelistyo menyampaikan permohonan maaf kepada karyawan yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).