BI Ijinkan Bank Kenakan Tarif untuk Top U E-Money, Ini Alasannya

Reporter

Editor

Pengguna gelang E-Money melakukan transaksi di Mandiri Karnaval Nusantara di Senayan, Jakarta, (26/05). Gelang e-money ini dapat dibeli untuk pertama kali sebesar Rp50 ribu dan mampu menampung kuota maksimal sebesar Rp1 juta untuk melakukan segala transaksi. Tempo/Dian Triyuli Handoko

TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia akan mengeluarkan aturan tentang pemungutan biaya isi saldo uang elektronik perbankan atau biasa disebut dengan top u e-money pada akhir September 2017.

"Kami akan atur batas maksimumnya, dan besarannya, biayanya tidak akan berlebihan membebani konsumen," kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo di Kantor Perwakilan BI Banten di Serang, Jumat, 15 September 2017.

Agus mengatakan regulasi isi saldo tersebut akan berupa Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG). Ia belum mengungkapkan besaran maksimum biaya isi saldo uang elektronik karena masih dalam finalisasi.

Agus menjelaskan BI akhirnya memperbolehkan perbankan memungut biaya isi saldo uang elektronik karena mempertimbangkan kebutuhan perbankan akan biaya investasi dalam membangun infrastruktur penyediaan uang elektronik, layanan teknologi, dan juga pemeliharaannya.

Baca: Ini Daftar Gerbang Tol yang Wajib Gunakan Uang Elektronik

Agus menunjuk diberlakukannya pembayaran tol dengan e-money mulai 31 Oktober 2017, maka perbankan juga harus menyediakan loket dan tenaga SDM di area sekitar jalan tol agar kebutuhan masyarakat untuk membayar jasa jalan tol terpenuhi.

"Kita harus yakinkan bahwa saat masyarakat beli uang elektronik untuk jalan tol, itu harus tersedia secara luas. Oleh karena itu BI mengizinkan untuk ada tambahan biaya," ujarnya.

Selain loket penjualan uang elektronik, kata Agus, perbankan juga harus menyiapkan sarana prasarana untuk melayani isi saldo uang elektronik.

"Kami juga berharap masyarakat memahami kalau tidak ada biaya top up nanti akan terbatas itu kesediaan sarananya," ujar dia.

Sejak wacana pengenaan biaya isi saldo uang elektronik ini mengemuka, kalangan pelaku usaha jasa sistem pembayaran mengusulkan pengenaan biaya di kisaran Rp 1.500-Rp 2.000 setiap kali isi ulang.

ANTARA






Cara Cek BI Checking di HP via iDebku OJK

14 jam lalu

Cara Cek BI Checking di HP via iDebku OJK

cara cek BI Checking di HP via iDebku OJK untuk mengajukan pinjaman kredit bagi calon debitur


Cara Membuat QRIS bagi Merchant dan Pengguna

23 jam lalu

Cara Membuat QRIS bagi Merchant dan Pengguna

QRIS merupakan standar kode QR Nasional yang dapat digunakan untuk memfasilitasi pembayaran kode QR di Indonesia. Begini cara membuatnya.


Menelisik Yogyakarta, Provinsi dengan Tingkat Ketimpangan Tertinggi di Indonesia

1 hari lalu

Menelisik Yogyakarta, Provinsi dengan Tingkat Ketimpangan Tertinggi di Indonesia

Data BPS menunjukkan Yogyakarta yang menjadi provinsi dengan ketimpangan sosial paling tinggi se-Indonesia. Apa artinya?


Bank Indonesia Catat Uang Beredar Desember 2022 Rp 8.525 T, Naik 8,3 Persen

2 hari lalu

Bank Indonesia Catat Uang Beredar Desember 2022 Rp 8.525 T, Naik 8,3 Persen

Bank Indonesia (BI) mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Desember 2022 Rp8.525,5 triliun.


Berita Ekonomi dan Bisnis Terkini : Kunjungan Wakil Menteri Tenaga Kerja ke PT GNI, Biaya Haji 2023 Diusulkan Naik Rp 69 Juta

6 hari lalu

Berita Ekonomi dan Bisnis Terkini : Kunjungan Wakil Menteri Tenaga Kerja ke PT GNI, Biaya Haji 2023 Diusulkan Naik Rp 69 Juta

Berita ekonomi paling banyak dibaca hari ini. Mulai dari kunjungan Wakil Menteri Tenaga Kerja ke PT GNI hingga biaya haji yang diusulkan naik.


Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp 15.075 per Dolar AS dalam Perdagangan Akhir Pekan Ini

6 hari lalu

Rupiah Ditutup Menguat di Level Rp 15.075 per Dolar AS dalam Perdagangan Akhir Pekan Ini

Rupiah ditutup menguat 29 poin di level Rp 15.075 per dolar AS dalam perdagangan akhir pekan ini, Jumat, 20 Januari 2023.


Bank Indonesia Sebut Penyaluran Kredit Baru Triwulan IV 2022 Tumbuh Positif

6 hari lalu

Bank Indonesia Sebut Penyaluran Kredit Baru Triwulan IV 2022 Tumbuh Positif

Bank Indonesia mengindikasikan penyaluran kredit baru pada triwulan IV-2022 tumbuh positif.


Ekonomi Digital 2022 Berkembang Pesat, Ditopang Belanja Online hingga Digital Banking

6 hari lalu

Ekonomi Digital 2022 Berkembang Pesat, Ditopang Belanja Online hingga Digital Banking

Akselerasi digitalisasi sistem pembayaran Bank Indonesia untuk menjaga momentum pemulihan ekonomi, termasuk ekonomi digital.


Global Melambat, Gubernur BI Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Mencapai 5,3 Persen

7 hari lalu

Global Melambat, Gubernur BI Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Mencapai 5,3 Persen

Pada 2023, Gubernur BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi berlanjut, meskipun sedikit melambat ke titik tengah kisaran 4,5-5,3 persen.


Inflasi di Akhir 2022 Turun, Gubernur BI: Inflasi IHK 5,51 Persen, Inflasi Inti 4,61 Persen

7 hari lalu

Inflasi di Akhir 2022 Turun, Gubernur BI: Inflasi IHK 5,51 Persen, Inflasi Inti 4,61 Persen

TEMPO.CO, Jakarta- Gubernur Bank Indonesia atau BI Perry Warjiyo mengatakan inflasi di Indonesia menurun lebih cepat dari yang diperkirakan. Hal itu disampaikan setelah Rapat Dewan Gubernur BI yang dilakukan pada Rabu-Kamis, 18-19 Januari 2023.