BPS: Agustus 2017, Bahan Baku Dominasi Impor  

Reporter

Editor

Suasana bongkar muat peti kemas di Jakarta International Container Terminal (JICT), Jakarta, 26 April 2017. Surplus Neraca Perdagangan ini dari perdagangan nonmigas. ANTARA/M Agung Rajasa

TEMPO.COJakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan golongan bahan baku/penolong mendominasi impor pada Agustus 2017. Jumlahnya mencapai 74,56 persen dari total impor.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan impor bahan baku/penolong senilai US$ 10,1 miliar. "Jumlahnya menurun dibanding bulan sebelumnya," kata Suhariyanto di kantornya, Jakarta, Jumat, 15 September 2017. Pada Juli 2017, nilainya sebesar US$ 10,4 miliar.

Simak: BPS: Impor Kapal Laut dan Bangunan Terapung Melonjak

Nilai impor barang modal berkontribusi 16,48 persen atau US$ 2,2 miliar. Nilai impor barang modal menurun dari bulan sebelumnya yang mencapai US$ 2,3 miliar. Sedangkan impor barang konsumsi berkontribusi paling kecil, yaitu 8,87 persen atau senilai US$ 1,2 miliar. Nilainya lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya, yaitu US$ 1,1 miliar.

Selama Januari-Agustus, nilai impor barang konsumsi, bahan baku/penolong, dan barang modal mengalami peningkatan masing-masing US$ 954,6 juta, US$ 10 miliar, dan US$ 1,2 miliar.

Impor Indonesia pada Agustus 2017 menurun tipis 2,88 persen dari US$ 13,89 miliar menjadi US$ 13,49 miliar dibanding Juli 2017. Dibandingkan dengan Agustus 2016, nilainya meningkat 8,89 persen. Penurunan nilai impor dipicu turunnya nilai impor nonmigas sebesar US$ 580,6 juta atau 4,80 persen.

Sementara itu, impor migas meningkat US$ 180,8 juta atau 10,16 persen dibanding Juli 2017. Nilainya mencapai US$ 1,96 miliar. Dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, impor migas naik 9,11 persen.

Kenaikan impor migas dipicu naiknya nilai impor minyak mentah sebesar US$ 119,8 juta atau 20,41 persen. Impor hasil minyak pun naik US$ 62,8 juta atau 6,25 persen. Sebaliknya, impor gas menurun US$ 1,8 juta atau 0,96 persen.

Nilai impor kumulatif Januari-Agustus 2017 sebesar US$ 99,68 miliar atau naik 14,06 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. BPS mencatat peningkatan terjadi pada impor migas dan nonmigas masing-masing US$ 3,3 miliar dan US$ 8,9 miliar.

VINDRY FLORENTIN






Ancaman Resesi, Kemenperin Dorong Optimalisasi Pasar Dalam Negeri

22 jam lalu

Ancaman Resesi, Kemenperin Dorong Optimalisasi Pasar Dalam Negeri

Kemenperin beberkan sejumlah upaya mendorong penggunaan produk dalam negeri untuk memperkuat ekonomi nasional di tengah ancaman resesi global.


Kunjungan Turis Meningkat 364,31 Persen, Paling Banyak dari Malaysia

2 hari lalu

Kunjungan Turis Meningkat 364,31 Persen, Paling Banyak dari Malaysia

Data BPS menunjukkan jumlah wisatawan asing atau turis yang masuk ke Indonesia mencapai 678,5 ribu pada Oktober 2022.


Umur Harapan Hidup Orang Jakarta Bertambah 1,29 Tahun Selama Satu Dekade, Jadi 73,32 Tahun

2 hari lalu

Umur Harapan Hidup Orang Jakarta Bertambah 1,29 Tahun Selama Satu Dekade, Jadi 73,32 Tahun

Umur harapan hidup orang Jakarta pada 2022 meningkat menjadi 73,32 tahun. Menunjukkan derajat kesehatan yang semakin membaik.


BPS: Nilai Tukar Petani Nasional Naik 0,50 Persen Jadi 107,81 pada November 2022

2 hari lalu

BPS: Nilai Tukar Petani Nasional Naik 0,50 Persen Jadi 107,81 pada November 2022

BPS menyatakan peningkatan nilai tukar petani terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) naik sebesar 0,66 persen.


Inflasi November Turun jadi 5,42 Persen, BPS: Tertinggi di Tanjung Selor

2 hari lalu

Inflasi November Turun jadi 5,42 Persen, BPS: Tertinggi di Tanjung Selor

BPS mencatat inflasi per November 2022 sebesar 5,42 persen secara tahunan atau turun dari posisi Oktober 2022 sebesar 5,71 persen.


Optimistis Aman dari Resesi Global, CORE: Ekonomi Indonesia Tradisional

3 hari lalu

Optimistis Aman dari Resesi Global, CORE: Ekonomi Indonesia Tradisional

Ekonom senior Center of Reform on Economics (CORE) Hendri Saparini menyebut ancaman resesi global bukan hal yang menakutkan bagi Indonesia.


Data Beras Kementan dan Bulog Berbeda? BPS Jelaskan Duduk Perkara: Sudah Clear

4 hari lalu

Data Beras Kementan dan Bulog Berbeda? BPS Jelaskan Duduk Perkara: Sudah Clear

BPS membeberkan bahwa pada dasarnya tidak ada yang berbeda soal data beras yang digunakan Kementan dan Bulog.


Payung Hukum Program Regsosek BPS Rp 4,17 Triliun Dinilai Tak Jelas

5 hari lalu

Payung Hukum Program Regsosek BPS Rp 4,17 Triliun Dinilai Tak Jelas

Nasib program Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang sekarang dijalankan Badan Pusat Statistik atau BPS terombang-ambing. Kenapa?


Sensus Sosial Ekonomi di Jawa Tengah Capai 103,83 Persen

18 hari lalu

Sensus Sosial Ekonomi di Jawa Tengah Capai 103,83 Persen

Sensus atau Registrasi Sosial Ekonomi atau Regsosek di Jawa Tengah mencapai 103,83 persen dari target keluarga yang disensus.


Pendataan Regsosek di Surakarta Selesai, Data Terkumpul 103,9 Persen

18 hari lalu

Pendataan Regsosek di Surakarta Selesai, Data Terkumpul 103,9 Persen

Pendataan Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) 2022 di Kota Surakarta mencapai 103,9 persen. Karena ada tambahan jumlah mahasiswa di Surakarta.