ADB Suntik US$ 1 Miliar di Sektor Energi Indonesia

Reporter

Editor

Menteri Keuangan Sri Mulyani (kanan) bersama Presiden Asian Development Bank (ADB) Takehiko Nakao (kiri) menyampaikan keterangan kepada wartawan usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di kantor Presiden, Jakarta, 1 Februari 2017. ADB mengapresiasi pemerintah Indonesia yang telah menempuh kebijakan ekonomi di tengah ketidakpastian keuangan global. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, MANILA — Asian Development Bank (ADB) akan memberikan dua pinjaman senilai $1,1 miliar untuk memperkuat dan mendiversifikasi sektor energi Indonesia. Sektor energi dianggap penting dalam mendorong pertumbuhan dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

“Meningkatkan akses ke sumber energi yang terjangkau dan berkelanjutan adalah prasyarat agar pemerintah dapat memenuhi aspirasi pertumbuhan ekonominya,” kata Kepala Perwakilan ADB untuk Indonesia, Winfried Wicklein, di Jakarta, Jumat 15 Agustus 2017.

Simak:  Aturan Pengawasan Sektor Energi Diprotes Pengusaha

Pinjaman sejumlah 1 miliar dollar tersebut akan dibagi menjadi dua basis. Pertama pinjaman berbasis kebijakan senilai $500 juta untuk mendukung Program Energi Berkelanjutan dan Inklusif.

Sedangkan pinjaman kedua adalah berbasis hasil senilai $600 juta bagi Perusahaan Listrik Negara (PLN). Pinjaman ini diberikan untuk meningkatkan akses ke layanan energi berkelanjutan dan modern di kawasan timur Indonesia.

“Kedua pinjaman yang disetujui hari ini masing-masing akan memperbaiki iklim kebijakan yang memungkinkan peningkatan investasi publik dan swasta di sektor energi Indonesia,” kata Wicklein. 

External Relations Officer Asian Development Bank Cahyadi Indrananto mengatakan pinjaman senilai 600 dollar juta untuk PLN diberikan untuk meningkatkan akses ke layanan energi berkelanjutan. Fokusnya adalah pada pembangunan kawasan timur Indonesia.

“Kawasan ini adalah simpul pertumbuhan baru di Indonesia,” kata Cahyadi melalui siaran pers yang diterima Tempo, Jumat 15 Agustus 2017.

Menurut Cahyadi, melalui suntikan dana tersebut, distribusi kelistrikan akan diperkuat untuk membantu delapan provinsi di Nusa Tenggara dan Sulawesi. Hal ini dalam mendorong kegiatan usaha yang bergantung pada pasokan energi yang stabil.

“Kami akan dorong kegiatan usaha seperti pertanian, perikanan, usaha kecil menengah, dan pariwisata,” kata dia.

ADB memiliki misi mengurangi kemiskinan di kawasan Asia Pasifik. Cahyadi mengatakan, misi ini dapat terwujud melalui pertumbuhan ekonomi yang inklusif, ramah lingkungan dan mendukung konektivitas antar kawasan.

Didirikan hampir setengah abad yang lalu, ADB telah dimiliki oleh 67 anggota dan 48 di antaranya berada di kawasan Asia Pasifik. Total bantuan ADB mencapai 31,7 miliar dollar pada 2016. Dari 31,7 miliar dollar tersebut, 14 miliar dollar berbentuk pendanaan bersama. 



ALFAN HILMI






Hadapi Krisis 2023, Sri Mulyani: Belanja Ketahanan Pangan Naik Jadi Rp 104,2 T

1 hari lalu

Hadapi Krisis 2023, Sri Mulyani: Belanja Ketahanan Pangan Naik Jadi Rp 104,2 T

Sri Mulyani Indrawati mengatakan belanja negara pada tahun 2023 ditetapkan sebesar Rp 3.061,2 triliun.


Xi Jinping Ingin Tingkatkan Kerja Sama Energi dengan Rusia

3 hari lalu

Xi Jinping Ingin Tingkatkan Kerja Sama Energi dengan Rusia

Presiden Cina Xi Jinping mengungkapkan kesediaannya menjalin kemitraan yang lebih erat dengan Rusia di bidang energi.


Mantan Presiden Rusia Curiga Hubungan Amerika dan Uni Eropa Retak

3 hari lalu

Mantan Presiden Rusia Curiga Hubungan Amerika dan Uni Eropa Retak

Mantan Presiden Rusia berpandangan hubungan Amerika dan Uni Eropa mulai memburuk karena Amerika dianggap ambil kesempatan dari krisis Ukraina.


Tahun Resesi 2023, Ini Daftar Sektor yang Berpotensi Bersinar di Pasar Saham

5 hari lalu

Tahun Resesi 2023, Ini Daftar Sektor yang Berpotensi Bersinar di Pasar Saham

Kinerja saham di Indonesia sepanjang tahun ini bervariasi, dengan sejumlah sektor mencetak kinerja unggul dan lainnya melemah.


OPEC Perkirakan Industri Migas Global Butuh Investasi USD 12 Triliun pada 2045

7 hari lalu

OPEC Perkirakan Industri Migas Global Butuh Investasi USD 12 Triliun pada 2045

OPEC melakukan kajian World Oil Outlook 2022 di Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) beberapa waktu lalu.


Pemerintah Hanya Penuhi 11 Persen Biaya Kebutuhan EBT, Bappenas Rencanakan Pendanaan Berikut

8 hari lalu

Pemerintah Hanya Penuhi 11 Persen Biaya Kebutuhan EBT, Bappenas Rencanakan Pendanaan Berikut

Bappenas menyebut anggaran pemerintah hanya dapat memenuhi 11 persen dari total kebutuhan pendanaan pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT).


Siti Nurbaya Sebut Migas Punya Peran Penting untuk Ketersediaan Energi RI

8 hari lalu

Siti Nurbaya Sebut Migas Punya Peran Penting untuk Ketersediaan Energi RI

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya mengatakan permintaan energi khususnya di sektor migas cukup tinggi.


Menteri ESDM: Industri Migas Hadapi Tantangan Kritis Karena Transisi Energi Bersih

9 hari lalu

Menteri ESDM: Industri Migas Hadapi Tantangan Kritis Karena Transisi Energi Bersih

Menteri Energi dan Sumber Daya Alam (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan industri minyak dan gas sedang menghadapi tantangan kritis.


Konsumsi Minyak RI Besar, Luhut: Target Kita Produksi 1 Juta Barel di 2030

9 hari lalu

Konsumsi Minyak RI Besar, Luhut: Target Kita Produksi 1 Juta Barel di 2030

Luhut Binsar Panjaitan mengatakan konsumsi energi Indonesia cukup besar, khususnya minyak bumi.


Greenpeace: Pendanaan Loss and Damage Harus Diikuti Aksi Mengakhiri Energi Fosil

12 hari lalu

Greenpeace: Pendanaan Loss and Damage Harus Diikuti Aksi Mengakhiri Energi Fosil

Isu krusial menyangkut pendanaan loss and damage-seperti negara mana yang harus membayar-baru akan dibahas dalam COP 2023.