Sabtu, 24 Februari 2018

Oktober, Laksana Kirim 199 Bus Metro Trans Pesanan Transjakarta  

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 14 September 2017 14:30 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Oktober, Laksana Kirim 199 Bus Metro Trans Pesanan Transjakarta  

    Bus MetroTrans pesanan Transjakarta yang diproduksi di Karoseri Laksana. Pengiriman bus ini akan dimulai pada Oktober 2017. Sebanyak 199 bus MetroTrans saat ini sedang dikerjakan di karoseri Laksana. TEMPO/Wawan Priyanto.

    TEMPO.CO, Jakarta - Laksana Bus, perusahaan karoseri terbesar di Indonesia, akan mengirimkan bus Metro Trans, yang dipesan perusahaan badan usaha milik daerah DKI Jakarta sebanyak 199 unit, mulai Oktober tahun ini.

    "Kami akan memulai pengiriman Oktober mendatang hingga akhir tahun ini seperti yang dipesan Transjakarta sebanyak 199 unit," ujar Alvin Arman, Direktur Laksana Bus, di sela-sela gathering customer dalam rangkaian acara ulang tahun ke-40 Laksana Bus di Semarang, Selasa malam, 12 September 2017.

    Bus Metro Trans yang dibangun perusahaan karoseri itu berjenis city line bus, yakni bus dalam kota yang berciri ground clearance rendah. Menurut Alvin, harga karoseri bus tersebut berkisar Rp 700-800 juta per unit. "Tentu ini belum termasuk harga chassis-nya," katanya.

    Baca: Mengintip Pembuatan Bus Metro Trans di Karoseri Laksana

    Pesanan bus Metro Trans, yang termasuk pesanan dari pelanggan sektor pemerintah, cukup membantu meningkatkan kapasitas produksi perusahaan sekitar 10 persen dari total pesanan selama setahun.

    Namun, menurut Alvin, pesanan dari pelanggan swasta juga menunjukkan peningkatan. Di samping itu, Laksana Bus memiliki pasar di luar negeri. "Sejak 2009, kami kirim pesanan dari Fiji," ucapnya.

    PT Transjakarta telah meluncurkan bus reguler yang beroperasi di luar jalur bus khusus pada 24 Agustus 2017. Salah satu bus itu adalah Metro Trans, bus reguler dengan desain menarik dan terlihat modern.

    BISNIS


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Ucapan Pedas Duterte, Memaki Barack Obama dan Dukung Perkosaan

    Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering melontarkan ucapan kontroversial yang pedas, seperti memaki Barack Obama dan mengancam pemberontak wanita.