Minggu, 18 Februari 2018

Jaga Usaha Sawit di Riau, Sinar Mas Gunakan Burung Hantu

Oleh :

Tempo.co

Kamis, 14 September 2017 09:33 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaga Usaha Sawit di Riau, Sinar Mas Gunakan Burung Hantu

    Pemafaatan burung hantu untuk pengendalian hama tikus di perkebunan kelapa sawit PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (Smart) di Libo, Binjai, Riau. TEMPO/YOHANES PASKALIS PAE DALE

    TEMPO.CO, Dumai - PT Sinar Mas Agro Resources and Technology (PT Smart) mengembangbiakkan burung hantu untuk membasi hama tikus pemakan buah kelapa sawit. Pengendalian hama secara alami menjauhkan produk anak Sinar Mas Group yang bergerak di bidang agribisnis itu dari bahaya penggunaan pestisida kimia.

    Pemanfaatan burung hantu pun membantu produksi sawit PT Smart, salah satunya di perkebunan yang berada di Libo, Kecamatan Kandis, Riau. "Sudah 15 tahun kami tak pakai pestisida rodent (pengerat), sukses mengendalikan hama tikus dengan burung hantu," ujar Kepala Departemen Crop Protection SMART Research and Institute (Smartri) Muhammad Naim saat ditanyai di lokasi tersebut, Rabu, 13 September 2017.

    Baca: APP Sinar Mas Raih Penghargaan di SRA 2016

    Untuk kebun sawit inti milik Smart yang luasnya lebih dari 50 ribu hektare (ha) itu, ditempatkan satu gupon, alias sarang burung di setiap 30 hektare. Sarang diisi sepasang burung hantu yang dibiakkan. "Setahun ada dua kali musim kawin (burung hantu), dia letakkan 4-8 telur, dan menetas paling tidak 70 persennya," kata Naim.

    Naim menambahkan, anak burung hantu cenderung keluar dari sarang setelah tiga bulan masa menetasnya. Hal itu dibiarkan alami untuk memperluas jangkauan pembasmian tikus. Burung pun dibiarkan bersarang di bangunan dan rumah, di pelataran sawit tersebut "Ini sangat berhasil, dengan sepasang mereka makan tikus 1500 (ekor)," tuturnya.

    Naim mengatakan, pihaknya tetap meninjau intensitas serangan tikus setiap tiga bulan. Penggunaan pestisida diperlukan hanya saat serangan tikus berada di atas angka 5 persen.

    "Kita monitor berapa persen, ada sensus serangan tikus. Umumnya sekarang di bawah 5 persen, sudah 15 tahun," ujar Naim sembari menunjukkan burung hantu betina yang menghuni salah satu penangkaran di Libo.

    Manajemen hama penyerang kelapa sawit lainnya pun digalakkan oleh PT Smart. Hama kumbang, misalnya, dibasmi dengan perekat, usai dipancing menggunakan sejenis zat feromon yang bisa menarik serangga.

    YOHANES PASKALIS PAE DALE


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    Kekuatan Bom Nuklir Korea Utara versus Amerika dan Rusia

    Sejak 2006 Korea Utara meluncurkan serangkaian tes senjata nuklir yang membuat dunia heboh. Tapi, sebenarnya seberapa kuat bom mereka? Ini faktanya.