Empat Waralaba Ini Paling Diminati di Pameran Franchise

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Triawan Munaf (kiri) dan Ketua Komite Kamar Dagang dan Industri Bidang Waralaba, Lisensi dan Kemitraan, Levita G. Supit usai penandatanganan kerjasama pengembangan waralaba di Indonesia, Jakarta Convention Center, 8 September 2017. Rosseno Aji/Tempo

    Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia, Triawan Munaf (kiri) dan Ketua Komite Kamar Dagang dan Industri Bidang Waralaba, Lisensi dan Kemitraan, Levita G. Supit usai penandatanganan kerjasama pengembangan waralaba di Indonesia, Jakarta Convention Center, 8 September 2017. Rosseno Aji/Tempo

    TEMPO.CO, Jakarta - Lapak waralaba air minum isi ulang, pangkas rambut, coffee shop dan laundry menjadi incaran para pengunjung di hari terakhir pameran Indonesia's Biggest Business Expo di Jakarta Convention Center, Ahad, 10 September 2017. Pameran yang diselenggarakan selama tiga hari oleh Reed Panorama Exhibitions itu, diperkirakan menyedot sekitar 18 ribu pengunjung.

    Juru Bicara Reed Panorama Exhibitions Ella Haryanto mengatakan pemeran ini menggabungkan tiga sektor usaha ke dalam satu atap. Adapun ketiga sektor usaha tersebut, yakni Franchise and Licence Expo, Cafe and Braserrie Indonesia dan Retail and Solution Expo 2017.

    "Untuk pameran franchise sudah jalan di tahun ke-15. Sedangkan cafe dan retail baru tahun kedua yang ikut bersama kami," kata Ella. "80 persen bisnis franchise dalam negeri yang menjadi peserta pameran."

    Menurut dia, selain stand franchise food and baverage, dalam pameran ini, stand yang paling banyak dikunjungi adalah kafe, air minum, laundry dan pangkas rambut. Keempat jenis usaha tersebut, sedang naik daun.

    Baca: Jokowi: Potensi Waralaba di Indonesia Besar

    Ia menambahkan dalam pameran ini ada 18 negara yang ikut serta, dan 450 brand waralaba, serta lima vapiliun negara yang ikut berpartisipasi. Jumlah tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yakni hanya 15 negara dan 350 brand.

    "Tahun ini yang paling buming sebenarnya pangkas rambut pada pameran ini," ujarnya. "Tahun sebelumnya bisnis FnB sangat mendominasi."

    Menurut Ella, angka transaksi pada pameran tahun ini diperkirakan bakal mencapai lebih dari Rp 900 miliar. Soanya, ia memperkirakan jumlah pengunjung yang datang akan meningkat 10 persen. "Tahun kemarin angka transaksi yang tercatat Rp 900 miliar. Sedangkan total pengunjung 17 ribu orang."

    Lebih lanjut ia mengatakan nilai investasi franchise terendah pada pameran tahun ini Rp 25 juta untuk produk minuman. Sedangkan, yang paling tinggi mencapai miliaran rupiah. "Franchise klinik kecantikan bisa di atas Rp 1 milar," ujarnya.

    Dalam pameran tahun ini para pengunjung yang datang akan mendapatkan promo menarik dari sejumlah waralaba. Salah satunya franchise ritel seperti Indomart yang menawarkan potongan 50 persen. "Diskonnya bisa sampai Rp 500 juta," ujarnya.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.