PLN Teken 11 Kontrak Jual Beli Tenaga Listrik Energi Bersih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meninjau persiapan pasokan listrik natal dan tahun baru, di  PT PLN (Persero) Pusat Pengatur Beban Jawa Bali, Gandul, Depok, Sabtu, 24 Desember 2016. Tempo/Ghoida Rahmah

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan meninjau persiapan pasokan listrik natal dan tahun baru, di PT PLN (Persero) Pusat Pengatur Beban Jawa Bali, Gandul, Depok, Sabtu, 24 Desember 2016. Tempo/Ghoida Rahmah

    TEMPO.CO, Jakarta - PT PLN (Persero) menandatangani 11 perjanjian jual beli tenaga listrik (Power Plant Agreement) energi baru dan terbarukan dengan pengembang pembangkit tenaga listrik swasta (Independent Power Producer/IPP). Total kapasitas pembangkit listrik yang disepakati sebesar 291,4 mega watt (MW).

    Direktur Utama PLN, Sofyan Basir, mengatakan kerja sama ini untuk proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM). "Pembangkit listrik tersebut akan tersebar di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan," kata dia di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 8 September 2017.

    Simak: Rekrutmen PLN: Ini Program Yang Diberikan Jika Bergabung

    Perjanjian kerja sama tersebut merupakan lanjutan dari penandatangan PPA pembangkit energi baru dan terbarukan yang dilakukan pada 2 Agustus 2017. PLN meneken PPA dengan 53 perusahaan swasta untuk menyediakan pembangkit berkapasitas 257,17 MW.

    Bedanya, PPA dengan 53 IPP didasarkan kepada Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 12 Tahun 2017. Sementara perjanjian hari ini menggunakan Permen ESDM Nomor 50 Tahun 2017 yang merupakan revisi Permen Nomor 12. Kedua aturan menerapkan biaya pokok produksi (BPP) tenaga listrik EBT yang berbeda.

    Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan mengatakan 11 proyek pembangkit EBT ini memiliki kisaran harga jual antara US$ 6,52/KWH - US$ 8,60/KWH. "Ada yang lebih rendah maupun sama dari nilai BPP," kata dia.

    Berikut data ke-11 perusahaan serta kapasitas dan harga jual listrik mereka:
    1.       PLTM Aek Sibundong oleh PT Aek Sibundong Energy
    Kapasitas: 8 megawatt
    Lokasi proyek: Sumatera Utara
    Harga jual: 7,89 cent US$/kWh
    Persentase terhadap BPP: 85 persen

    2.       PLTM Aek Situmandi oleh PT Bukit Cahaya Powerindo
    Kapasitas: 7 megawatt
    Lokasi: Sumatera Utara
    Harga jual: 7,89 cent US$/ kWh
    Persentase terhadap BPP: 85 persen

    3.       PLTM Aek Sigeaon oleh PT Gading Energy Prima
    Kapasitas: 3 megawatt
    Lokasi: Sumatera Utara
    Harga jual: 7,89 cent US$/kWh
    Persentase terhadap Biaya Pokok Penyediaan Pembangkitan: 85 persen

    4.       PLTM Sisira oleh PT Energy Alam Sentosa
    Kapasitas: 9,8 megawatt
    Lokasi: Sumatera Utara
    Harga jual: 7,89 cent US$/ kWh
    Persentase: 85 persen

    5.       PLTM Batang Toru 4 oleh PT Indah Alam Lestari Energi
    Kapasitas: 10 megawatt
    Lokasi: Sumatera Utara
    Harga jual: 7,89 cent US$/ kWh
    Persentase: 85 persen

    6.       PLTM Bayang Nyalo oleh PT Bayang Nyalo Hidro
    Kapasitas: 6 megawatt
    Lokasi: Sumatera Barat
    Harga jual: 6,86 cent US$/kWh
    Persentase: 85 persen

    7.       PLTM Batu Brak oleh PT Tiga Oregon Putra
    Kapasitas: 7,7 megawatt
    Lokasi: Lampung
    Harga jual: 6,60 cent US$/kWh
    Persentase: 85 persen

    8.       PLTM Kunci Putih oleh PT Kunci Hidro Energi
    Kapasitas: 0,9 megawatt
    Lokasi: Jawa Tengah
    Harga jual 6,52 cent US$/kWh
    Persentase: 100 persen

    9.       PLTA Air Putih oleh PT Bangun Tirta Lestari
    Kapasitas: 21 megawatt
    Lokasi: Bengkulu
    Harga jual: 8,45 cent US$/ kWh
    Persentase: 99,24 persen

    10.   PLTA Pakkat oleh PT Energy Sakti Sentosa
    Kapasitas: 18 megawatt
    Lokasi: Sumatera Utara
    Harga jual: 8,60 cent US$/kWh
    Persentase: 92,67 persen

    11.   PLTA Buttu Batu oleh PT Amera Terrasys Energi
    Kapasitas: 200 megawatt
    Lokasi: Sulawesi Selatan
    Harga jual: 7,63 cent US$/kWh
    Persentase: 100 persen

    Dengan penandatanganan pembangkit tenaga listrik hari ini, total pembangit tenaga listrik dari energi terbarukan saat ini sebesar 548,57 MW. Angka tersebut bekum termasuk kapasitas Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi. "Kalau kapasitas PLT Panas Bumi dihitung, jumlahnya sekitar seribu MW," kata Jonan.

    Kapasitas pembangkit tenaga listrik dari EBT ditargetkan melebihi 1.300 MW hingga akhir tahun ini. Sofyan mengatakan akan ada tambahan 200 hingga 300 MW kapasitas dari PLTA dan PLTM sekitar 100 MW dalam waktu dekat untuk PT PLN.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.