IHSG Berpotensi Bertahan di Zona Hijau

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memantau grafik pergerakan penjualan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Divisi Tresuri BNI, Jakarta, 20 Maret 2017. ANTARA

    Petugas memantau grafik pergerakan penjualan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Divisi Tresuri BNI, Jakarta, 20 Maret 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -  Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi menguat hari ini. Pergerakan positif IHSG kemarin membuka peluang tersebut.

    Reza mengatakan laju IHSG juga akan terbantu jika aksi beli terus terjadi. "Diharapkan sentimen global dan dalam negeri cukup kuat untuk mempertahankan laju IHSG tersebut sehingga dapat mematahkan tren pelemahan sebelumnya," kata Reza seperti dilansir keterangan tertulis, Rabu, 6 September 2017. Namun Reza tetap mengimbau pelaku pasar mengantisipasi sentimen negatif karena konfirmasi kenaikan IHSG masih belum cukup kuat.

    IHSG kemarin ditutup menguat 0,28 persen di level 5829,97. Penguatan dipicu aksi beli yang memanfaatkan kondisi pelemahan sebelumnya.

    Beberapa saham big cap kembali menjadi incaran pelaku pasar seperti BBCA, HMSP, BMRI, dan lainnya. Bahkan UNVR yang sebelumnya mampu menguat di tengah tren penurunan IHSG kembali melanjutkan kenaikannya sehingga turut membantu menghijaunya IHSG. Reza mengatakan penguatan saham big caps tersebut mampu mengimbangi pelemahan pada TLKM yang saat ini masih memegang posisi puncak kapitalisasi pasar terbesar.

    IHSG juga mendapat sentimen positif dari luar. Bursa saham Asia yang bergerak variatif dan menguat membantu IHSG kembali ke zona hijau. Kenaikan pada pembukaan pasar saham Eropa juga membantu IHSG. "Bahkan rupiah yang sempat menguat pun turut mendukung menghijaunya IHSG," kata Reza.

    Pada perdagangan IHSG Selasa, 5 September 2017, asing mencatatkan nett sell sebesar Rp 510,05 miliar. Jumlahnya lebih rendah dari sebelumnya yaitu Rp 562,19 miliar.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Resep Mudah Membuat Disinfektan Saat Wabah Virus Corona

    Ketika wabah virus corona merebak, cairan disinfektan kian diminati masyarakat. Bila kehabisan, ada cara alternatif membuat cairan anti kuman itu.