Tol Jagorawi Berlaku Satu Tarif, Jasa Marga: Kami Tidak Rugi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah kendaraan melintas di jalan Tol Dalam Kota Jalan Gatot Subroto, Jakarta, 1 Januari 2017. Jasa Marga mencatat 300 ribu kendaraan telah meninggalkan Jakarta melalui Jalan Tol Jagorawi, Jakarta-Tangerang, dan Jakarta-Cikampek menjelang Tahun Baru 2017. Angka ini naik 11 persen dari lalu lintas rata-rata harian (LHR) normal. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sejumlah kendaraan melintas di jalan Tol Dalam Kota Jalan Gatot Subroto, Jakarta, 1 Januari 2017. Jasa Marga mencatat 300 ribu kendaraan telah meninggalkan Jakarta melalui Jalan Tol Jagorawi, Jakarta-Tangerang, dan Jakarta-Cikampek menjelang Tahun Baru 2017. Angka ini naik 11 persen dari lalu lintas rata-rata harian (LHR) normal. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Desi Arryani mengatakan perseroan tidak akan merugi dengan pemberlakuan satu tarif di tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi). Menurut Desi, pendapatan PT Jasa Marga akan tetap sama.

    “Jadi pendapatannya Jasa Marga tidak turun dan tidak naik. Tarif baru ini sudah kami perhitungkan,” katanya di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta, Selasa, 5 September 2017.

    Desi mengatakan Jasa Marga mempunyai hak menaikkan tarif. “Yang jelas (tarif baru ini) sudah sesuai dengan hak menaikkan tarif yang kami miliki,” tuturnya.

    Sebelumnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memutuskan mengintegrasikan sistem pembayaran di tol Jagorawi dengan menutup gerbang tol Cibubur serta Cimanggis Utama.

    Dengan penutupan kedua gerbang tol itu, pembayaran tol Jagorawi hanya dilakukan dalam satu kali transaksi, yaitu di pintu tol di Jakarta dan di gerbang tol Ciawi. “Itu prinsipnya jadi tidak ada lagi bayar di tengah-tengah,” ucapnya.

    Dia mengatakan tarif tunggal akan diterapkan pada 8 September 2017. Pemberlakuan ini mengharuskan pengguna jalan tol membayar sama untuk jarak dekat atau jarak jauh.

    “Dulu bayarnya ada beberapa tarif, sekarang cuma satu tarif. Tarifnya itu Rp 6.500,” ujarnya.

    ROSSENO AJI NUGROHO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.