Ini Manfaat Transaksi Non Tunai di Jalan Tol Menurut BI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara mobil tengah memasukki gerbang tol otomatis dikawasan Cengkareng, Jakarta, 14 Mei 2017. Sistem transaksi nontunai bisa diterapkan di semua gerbang tol pada Oktober nanti. Tempo/Tony Hartawan

    Pengendara mobil tengah memasukki gerbang tol otomatis dikawasan Cengkareng, Jakarta, 14 Mei 2017. Sistem transaksi nontunai bisa diterapkan di semua gerbang tol pada Oktober nanti. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Indonesia menjelaskan manfaat penggunaan transaksi non tunai di jalan tol.  Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Sugeng, banyak masyarakat bertanya-tanya tentang manfaatnya.

    Sugeng, memaparkan bahwa berdasarkan hasil berbagai riset, baik dari Moodys maupun European Central Bank, menunjukkan bahwa transaksi non tunai dapat lebih mendorong pertumbuhan ekonomi dibandingkan transaksi tunai. Selain itu, transaksi non tunai juga mendatangkan manfaat, tidak hanya untuk masyarakat, tetapi juga bagi Pemerintah dan pelaku usaha.

    “Bagi masyarakat misalnya, transaksi non tunai akan lebih cepat dan mudah [tinggal gesek atau tap] ringkas karena tidak perlu kembalian, aman dari risiko uang palsu,” tuturnya pada Senin, 4 September 2017.


    Baca
    : Jasa Marga Umumkan Tarif Baru Jalan Tol Jagorawi Hari Ini

    Sugeng  menambahkan, manfaat bagi Pemerintah, transaksi non tunai sesuai arahan Presiden akan membuat tata kelola menjadi lebih baik dan mencegah korupsi. Efektivitas kebijakan akan lebih tinggi karena transaksi non tunai menekan shadow economy atau ekonomi non formal yang tidak tercatat karena transaksi tunai.

    “Bagi pelaku usaha, transaksi non tunai juga meningkatkan efisiensi karena tidak perlu uang kembalian, aman dari risiko pencurian, tidak perlu asuransi uang, dan pencatatan keuangan lebih rinci," katanya.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.