Sri Mulyani Jamin Kemampuan Pemerintah Bayar Utang Naik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.COJakarta - Kementerian Keuangan menjamin kemampuan negara membayar kembali utang meningkat setiap tahun. Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah mendorong reformasi perpajakan dan pendalaman pasar keuangan untuk mencapai target ini. 

    "Kami melakukan reformasi agar pendapatan terus meningkat untuk membiayai pembangunan dan membayar kembali utang," kata Sri Mulyani di Kompleks Parlemen Senayan, Senin, 4 September 2017.

    Menurut Sri Mulyani, pelunasan utang (amortisasi) tanpa menerbitkan utang baru lebih menguntungkan dibanding pemutihan dari penarikan utang baru. Selama ini penerimaan perpajakan belum mampu sepenuhnya membiayai pembayaran utang. Pemerintah mengandalkan utang dalam negeri untuk membiayai defisit APBN sebesar 2,67 persen.

    Surat Berharga Negara rupiah mendominasi pembiayaan sebesar 58,4 persen. Nilainya mencapai Rp 2.206,1 triliun dari total utang tahun ini sebesar Rp 3.780 triliun. Rasio utang berada di level 28 persen terhadap produk domestik bruto.

    Sri Mulyani mengatakan sebagian besar utang rupiah berasal dari institusi, perbankan, dan individu. Pemerintah semakin memperdalam pasar keuangan agar semakin banyak investor lokal yang berinvestasi terhadap surat utang pemerintah.

    Komite Stabilitas Sistem Keuangan telah menciptakan perjanjian transaksi pasar repo untuk memperoleh dana di pasar sekunder. "Kementerian Keuangan juga menyiapkan pasar Surat Berharga Negara dengan tenor yang lebih pendek agar peminat semakin banyak dan komplet," kata Sri Mulyani.

    Sri Mulyani menyebut rata-rata waktu jatuh tempo utang (average time to maturity) pemerintah semakin menurun setiap tahun. Waktu jatuh tempo utang per 2016 rata-rata 9 tahun.

    Direktur Strategis dan Portfolio Utang Scenaider Siahaan mengatakan pemerintah menargetkan mampu menurunkan pelunasan utang jatuh tempo menjadi 7 tahun pada 2021. Penerimaan perpajakan diharapkan mampu menutup utang jatuh tempo per tahun rata-rata sebesar Rp 400 triliun. "Makin panjang ke sana rata-rata jatuh temponya makin sedikit. Kemampuan membayar lewat pajak makin bisa," katanya.

    PUTRI ADIYTOWATI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.