Bright Gas dan ELPIJI Pertamina Diskon 50 Persen Di Tempat Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gas Elpiji 3 Kg Mulai Langka, Warga Pasar Rebo Rela Antri

    Gas Elpiji 3 Kg Mulai Langka, Warga Pasar Rebo Rela Antri

    TEMPO.CO, Jakarta -  Memperingati Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas), Pertamina memberikan diskon sebesar 50 persen untuk produk tabung gas. Ada tiga produk gas yang berlaku yakni Bright Gas 5,5 kilogram, Bright Gas 12 kilogram, dan ELPIJI 12 kilogram.

    Para pelanggan Pertamina bisa langsung mengunjungi 146 lokasi Bright Store di SPBU Company Operation Company Owner (COCO) yang tersebar di seluruh Indonesia atau melalui www.klikindomaret.com.

    “Betul, kami ada promo Bright Gas khusus Harpelnas. Tapi khusus di SPBU COCO (Company Operation Company Owner,” ujar Area Manager Communication and Relations MOR III Pertamina, Yudy Nugraha kepada Tempo, Senin 4 September 2017.

    Di Harpelnas ini, harga isi ulang Bright Gas menjadi Rp 32 Ribu dari harga normal Rp 64 ribu. Sedangkan untuk tabung perdana Bright Gas 5,5 kilogram bisa dibeli dengan harga Rp 162 ribu. Padahal di hari biasa, tabung gas perdana jenis ini dibanderol dengan harga Rp324 ribu.

    Untuk Bright Gas 12 kilogram, di Harpelnas ini harga isi ulangnya menjadi Rp 68 ribu dari harga Rp 136 ribu. Sedangkan untuk isi ulang ELPIJI 12 kilogram, khusus Jabodetabek harganya  menjadi Rp 67 ribu dari harga normal Rp 134 ribu.

    Promo ini bisa didapatkan dengan melakukan pemesanan melalui www.klikindomaret.com atau  transaksi promo di Bright Store SPBU COCO Pertamina. Setiap pelanggan hanya bisa melakukan satu kali transaksi promo.

    Namun ada perbedaan harga jika pelanggan melakukan transaksi di www.klikindomaret.com. Untuk Bright Gas tabung perdana 5,5 kilogram setelah diskon harganya menjadi Rp 164 ribu. Sedangkan untuk isi ulang ELPIJI 12 kilogram harganya menjadi Rp 68 ribu.



    ALFAN HILMI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.