Pertamina: Konsumsi Premium Kian Tergerus di Kalimantan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas SPBU darurat melakukan pengisian ulang di tol fungsional Solo Ngawi Jaya KM 21, Karanganyar, Jawa Tengah, 2 Juli 2017. Hari ini merupakan batas terakhir tol fungsional beserta fasilitas pendukungnya termasuk SPBU darurat Pertamina dibuka untuk umum. Tempo/Bram Selo Agung

    Petugas SPBU darurat melakukan pengisian ulang di tol fungsional Solo Ngawi Jaya KM 21, Karanganyar, Jawa Tengah, 2 Juli 2017. Hari ini merupakan batas terakhir tol fungsional beserta fasilitas pendukungnya termasuk SPBU darurat Pertamina dibuka untuk umum. Tempo/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Balikpapan – PT Pertamina (Persero) menyatakan masifnya penurunan konsumsi BBM subsidi wilayah Kalimantan selama beberapa tahun terakhir. Masyarakat memperoleh penawaran berbagai jenis pilihan BBM jenis pertamax dan pertalite.

    “Sudah kian terus turun selama beberapa bulan terakhir,” kara General Manager Pertamina MOR VI Kalimantan, Yanuar Budi Hartanto, Senin, 4 September 2017.

    Yanuar mengatakan, konsumsi premium masih mendominasi total BBM Kalimantan sebesar 60 persen per bulannya. Namun demikian, dia menyebutkan tren positif pertumbuhan konsumsi pertamax dan pertalite di masyarakat Kalimantan.

    Pertamina menargetkan produk pertalite mampu menggantikan konsumsi premium yang masih memperoleh subsidi negara. Pertalite menjadi produk andalan dengan spesifikasi oktan RON 90 yang sesuai dengan standar mesin kendaraan bermotor akselerasi tinggi.

    Perusahaan pelat merah ini mencatatkan konsumsi pertalite mampu menembus angka 1,9 juta liter area Kalimantan. Konsumsi pertalite melonjak drastis dibandingkan sebelumnya hanya 588 liter di Kalimantan.

    Adapun konsumsi premium masih tercatat sebesar 3,9 juta liter per hari atau turun dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,3 juta liter per hari. Menurut Yanuar, masyarakat Kalimantan kian menyadari kualitas pertamax dan pertalite guna menjaga performa kendaraan bermotornya. “Kalau sudah mencoba produk pertalite biasanya akan enggan menggunakan premium,” kata Yanuar.

    Pertamina sedang mengupayakan penambahan jumlah SPBU di beberapa kota/kabupaten di Kalimantan. Permasalahan saat ini adalah keterbatasan jumlah SPBU yang berimbas peningkatan antrian pembeli BBM. “Ada beberapa tempat bisa dijadikan lokasi SPBU di Balikpapan. Kami sedang mencari investor untuk membuka lokasi SPBU di Balikpapan,” ujar Yanuar.

    Pertamina mulai memperkenalkan produk pertalite di Kalimantan sejak bulan September 2015 silam. Saat itu, penjualan pertalite mencapai 22 ribu liter atau market share-nya 7 persen dari pengguna Premium.

    Pertamina sedang mengkampanyekan penggunaan BBM non subsidi di seluruh SPBU Kalimantan. Bertepatan hari pelanggan ini, Pertamina memberikan reward pengisian pertamax gratis di 10 SPBU tersebar di Balikpapan dan Pontianak. “Masing masing satu mobil dan empat sepeda motor yang menjadi pengguna pertamax,” paparnya.

    Selain itu, Yanuar juga memberikan apreasi langsung pengguna pertamax di SPBU Karang Anyar, MT Haryono, Sepinggan, KM 4 dan Stall Kuda. “Peringatan Hari Pelanggan ini kami jadikan pula sebagai momen untuk mendengarkan saran, masukan bahkan keluhan secara langsung dari pelanggan,” ujarnya. 

    Lebih lanjut Yanuar menjelaskan bahwa pelayanan kepada pelanggan tidak hanya ditunjukan melalui program yang berlangsung selama 1 hari ini. Dalam beberapa tahun terakhir, Pertamina telah secara konsisten memberikan inovasi-inovasi baru, baik dalam hal pengembangan produk, pelayanan hingga promo-promo menarik.

    Hingga bulan Agustus 2017, konsumsi pertamax dari Pertamina tercatat sejumlah 60 kilo liter per hari atau meningkat dari sebelumnya hanya 40 kilo liter per hari. Sedangkan pertalite mengalami peningkatan hingga 255 kilo liter per hari dari sebelumnya 142 kilo liter per hari.

    SG WIBISONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?