Dukung Pariwisata dan Perikanan Wakatobi, PLN Kirim 1 Genset

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua orang penyelam melihat karang berbentuk bunga mekar bawah laut di salah satu spot Wakatobi Dive Trip, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, 7 Agustus 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    Dua orang penyelam melihat karang berbentuk bunga mekar bawah laut di salah satu spot Wakatobi Dive Trip, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, 7 Agustus 2015. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta -  PLN mengirim satu genset berkapasitas 1.000 kiloWatt atau setara dengan 1 Megawatt ke Pulau Tomia, Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi PLN dalam pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan dan sekaligus sebagai upaya peningkatan bisnis pariwisata.

    Baca juga: PLN Jelaskan Kapan Target Pembangkit 78 Ribu Megawatt Terealisasi

    "Listrik di sini masih terbatas, sehingga kegiatan masyarakat belum optimal. Di sini masyarakat butuh listrik untuk mengawetkan ikan nelayan, penginapan wisatawan, termasuk sekolah dan kantor juga sangat membutuhkan,” ujar La Baharafi, Camat Tomia, seperti dikutip siaran pers Humas PLN,  Minggu, 3 September 2017.

    Dari 19 desa dan kelurahan yang ada di Pulau Tomia, 8 desa belum menikmati listrik PLN. Oleh karena itu, kedatangan genset tambahan sangat dinantikan oleh masyarakat sekitar.

    Namun demikian, genset yang dikirim dari Semarang melalui Surabaya dan perjalanan laut ke Makassar - Kendari -  Tomia pada 15 Agustus 2017 ini belum bisa dioperasikan. Butuh beberapa waktu sebelum genset dapat beroperasi secara komersial karena perlu dilakukan instalasi kubikel, trafo, dan panel.

    Saat ini daya yang mampu dipasok oleh 5 mesin genset Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Waha Tomia hanya sebesar 1.000 kilo Watt (kW). Dengan jumlah pelanggan sebanyak 3.188, Tomia memiliki beban puncak sebesar 750 kW. Meski surplus daya 250 kW, selama ini masyarakat belum dapat menikmati listrik PLN selama 24 jam.

    “Hal ini disebabkan 50 persen jenis mesin yang terpasang saat ini adalah mesin kecil dengan pendingin udara, sehingga tidak memungkinkan beroperasi 24 jam nonstop,” ujar General Manager PLN Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat, Bob Saril.

    Menurutnya, dengan tambahan daya 1 MegaWatt, listrik di hampir semua desa Tomia bisa menyala 24 jam. Hal ini merupakan kabar yang sangat baik bagi perkembangan bisnis pariwisata di pulau ini. Kesiapan infrastruktur kelistrikan akan mampu menarik minat para wisatawan sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat. Namun PLN masih punya pekerjaan rumah, yakni membangun jaringan listrik di tiga desa lainnya.

    Pulau Tomia yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya memang menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun mancanegara. Ada sekitar 28 spot diving yang populer di pulau ini. Namun, Tomia merupakan isolated island atau pulau yang terisolasi dari sistem kelistrikan, sehingga dibutuhkan mesin genset. Kedatangan mesin genset dari PLN diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar.

    M JULNIS FIRMANSYAH 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.