Idul Adha, Menteri Amran Kurban 2 Sapi Brahman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian Amran Sulaiman melihat sapi yang akan dikurbankan di Masjid Nurul Iman Kementerian Pertanian, Jakarta, 2 September 2017. Tempo/Caesar Akbar

    Menteri Pertanian Amran Sulaiman melihat sapi yang akan dikurbankan di Masjid Nurul Iman Kementerian Pertanian, Jakarta, 2 September 2017. Tempo/Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengurbankan dua ekor sapi dalam perayaan Idul Adha di Masjid Nurul Iman Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan. Salah satu sapi itu dikurbankan atas nama perwakilan wartawan.

    "Makna dari berkurban adalah kita berbagi kepada saudara kita agar kita bisa memahami bahwa hidup ini harus berbagi," ujarnya selepas acara, Sabtu, 2 September 2017.

    Sapi yang dikurbankan itu berjenis Sapi Brahman berwarna putih dengan berat masing-masing adalah 592 kilogram dan 766 kilogram.

    Menurut dia, momen Idul Adha juga dimaknai untuk berbagi keuntungan di sektor pertanian. Melalui momen ini, kata dia, para petani dan peternak dapat memperoleh keuntungan dari hasil produksi dan hasil ternak. "Kita beri kesempatan ruang gerak mereka. Jangan ada yang ambil keuntungan yang sebesar-besarnya," ucapnya.

    Dia mengklaim kualitas hewan kurban tahun ini lebih baik dibanding tahun sebelumnya. "Saya kira meningkat karena hewan kurban kita itu sebelum dikurbankan kita cek baik-baik," kata dia.

    Amran berujar untuk menjamin stoknya berkualitas, tahun ini Kementerian Pertanian memrogramkan bibit unggul sapi sebanyak tiga juta ekor. Tahun lalu kelahiran sapi di Indonesia mencapai 1,4 juta ekor. "Ini bisa dipakai berkurban karena lahir di tanah kelahiran kita," kata dia.

    Dia mencontohkan sapi lokal berkualitas itu adalah Sapi Onggol yang disumbangkan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang masing-masing seberat 1,5 ton dan 1,3 juta ton. "Harganya mungkin Rp 70 juta per ekor. Berapa kali lipat dibanding sapi-sapi yang bibitnya tidak bagus. Itu Sapi Onggol adalah yang sudah kita kembangkan sejak dulu," ujar dia.

    Hasil kurban itu, kata Amran, akan diberikan kepada sejumlah pihak yang membutuhkan antara lain tukang becak, pegawai non-tetap seperti sekuriti, office boy, supir, dan pihak lainnya yang membutuhkan.

    CAESAR AKBAR


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?