Pemerintah Bangun Rel Ganda Bogor-Sukabumi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masinis turun dari Kereta Rel Listrik (KRL) usai uji coba jalur utara dari Stasiun Jakarta Kota ke Stasiun Tanjung Priok, Jakarta, 23 November 2015. Uji coba tersebut untuk mengaktifkan kembali lintasan utara sepanjang 8,086 kilometer yang melintasi empat stasiun diantaranya, Stasiun Jakarta Kota-Kampung Bandan-Ancol-Tanjung Priok. Pada tahun 2004, PT KAI terpaksa menutup jalur ini karena alasan trek yang sudah tua dan tidak aman dilintasi. TEMPO/Frannoto

    Masinis turun dari Kereta Rel Listrik (KRL) usai uji coba jalur utara dari Stasiun Jakarta Kota ke Stasiun Tanjung Priok, Jakarta, 23 November 2015. Uji coba tersebut untuk mengaktifkan kembali lintasan utara sepanjang 8,086 kilometer yang melintasi empat stasiun diantaranya, Stasiun Jakarta Kota-Kampung Bandan-Ancol-Tanjung Priok. Pada tahun 2004, PT KAI terpaksa menutup jalur ini karena alasan trek yang sudah tua dan tidak aman dilintasi. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menunjukkan komitmen pembangunan rel ganda Bogor-Sukabumi. Presiden Joko Widodo mengatakan pembangunan jalur tambahan bisa dimulai tahun ini. "Kemarin, kami sudah lihat sangat memungkinkan dan tahun ini langsung segera dikerjakan," kata Jokowi dalam siaran pers, Jumat, 1 September 2017.

    Jokowi meyakini pembangunan rel ganda bisa dilaksanakan karena dari sisi anggaran sudah tersedia. Ia menaksir dana yang diperlukan untuk membuat jalur ganda Rp 400 miliar.

    Upaya menjadikan jalur ganda Bogor-Sukabumi diperlukan. Pemerintah beralasan kehadiran rel ganda dapat mempercepat mobilitas orang dan barang. Bahkan Presiden berniat melanjutkan proyek tersebut hingga Cianjur dan Bandung. Khusus untuk Cianjur-Bandung, rencananya akan dimulai tahun depan dan diperkirakan selesai pada 2019.

    "Sudah saya perintahkan untuk disurvei dari Sukabumi menuju Cianjur ke Bandung. Revitalisasi total dilihat lagi," ujarnya.

    Selain itu, Jokowi terus memantau pengerjaan proyek jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi. Proyek yang sudah dimulai sejak 1996 itu ditargetkan tuntas dua tahun ke depan. "Saya cek terus," ucapnya.

    Rupanya, pemerintah juga berencana membangun bandar udara di Sukabumi. Namun Jokowi belum mengumumkan lokasi pembangunan bandara tersebut. Ia beralasan, bila sudah ditentukan lokasinya, harga tanah bisa melonjak naik. "Jadi biar nanti saja, tahu-tahu sudah jadi," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

     ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.