Baru Diterbitkan, Permintaan KIK EBA Jasa Marga Tembus Rp 51 T  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Direktur PT Jasa Marga Desi Arryani meninjau Gerbang Tol Cikarang Utama, Jawa Barat, Minggu, 2 Juli 2017. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Direktur PT Jasa Marga Desi Arryani meninjau Gerbang Tol Cikarang Utama, Jawa Barat, Minggu, 2 Juli 2017. Tempo/Angelina Anjar Sawitri

    TEMPO.CO, Jakarta - Corporate Secretary PT Jasa Marga (Persero) M. Agus Setiawan mengatakan produk sekuritisasi dengan nama Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK EBA) mendapat apresiasi positif dari publik. Hal itu tercermin dari tingkat permintaan yang mencapai Rp 5,1 triliun atau setara dengan 2,7 kali dari total nilai penerbitan.

    Produk sekuritisasi tersebut merupakan salah satu alternatif pendanaan berupa surat berharga pendapatan jalan tol Jakarta-Bogor-Ciawi (Jagorawi). "Capaian tersebut mencerminkan minat yang tinggi dari para investor terhadap produk sekuritisasi ini," ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis, 31 Agustus 2017.

    Adapun penerbitan sekuritisasi digelar tadi pagi di Bursa Efek Indonesia dan dihadiri Presiden Joko Widodo. Penerbitan KIK EBA menggandeng PT Mandiri Manajemen Investasi dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang bertindak selaku manajer investasi dan Bank Kustodian serta PT Mandiri Sekuritas sebagai arranger.

    Hak atas pendapatan yang disekuritisasi adalah hak atas sebagian pendapatan ruas jalan tol Jagorawi, yang merupakan jalan tol pertama di Indonesia. Pada produk sekuritisasi itu, Jasa Marga berperan sebagai originator transaksi, yang juga akan bertindak sebagai collection manager. Tugasnya adalah mengumpulkan pendapatan jalan tol Jagorawi yang disekuritisasi.

    Baca: Jasa Marga Raup Laba Bersih Rp 1,01 Triliun di Semester I

    Pendapatan itu akan didistribusikan ke KIK EBA Mandiri JSMR01. Kemudian KIK EBA Mandiri JSMR01 akan mendistribusikan imbal hasil dan pokok investasi kepada para pemegang unit penyertaan (investor).

    Agus menuturkan, hingga semester pertama 2017, Jasa Marga telah mengoperasikan 15 jalan tol dengan panjang total 600 kilometer. Saat ini, Jasa Marga tengah melakukan pembangunan 16 jalan tol baru hingga 2019. Lima di antaranya telah beroperasi sebagian, sedangkan sisanya 11 jalan tol masih dalam tahap pembebasan lahan dan konstruksi. Hingga akhir tahun, perseroan menargetkan dapat mengoperasikan 210 kilometer jalan tol baru. "Jasa Marga berhasil membukukan total laba bersih Rp 1,016 triliun pada semester pertama 2017," ucapnya.

    Adapun perkembangan pembangunan jalan tol lain, yakni jalan tol Surabaya-Mojokerto seksi Sepanjang-Krian sepanjang 15,50 kilometer dengan progres pekerjaan konstruksi 90,54 persen, jalan tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 41,69 kilometer mencapai 81,51 persen, dan jalan tol Solo-Ngawi sepanjang 90,25 kilometer sudah 66,85 persen.

    Perkembangan pembangunan jalan tol Ngawi-Kertosono sepanjang 25 kilometer dengan progres pekerjaan konstruksi 73,97 persen serta jalan tol Gempol-Pasuruan seksi Rembang-Pasuruan 6,60 kilometer 20,85 persen.

    LARISSA HUDA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.