KAI Operasikan 15 Kereta Tambahan untuk Libur Idul Adha

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berpose di miniatur kereta api yang dihadirkan di acara KAI Travel Fair di Jakarta Convention Center, Sabtu, 29 Juli 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi berpose di miniatur kereta api yang dihadirkan di acara KAI Travel Fair di Jakarta Convention Center, Sabtu, 29 Juli 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.COJakarta - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional 1 akan mengoperasikan 15 kereta tambahan untuk mengantisipasi libur panjang Idul Adha, yang jatuh pada Jumat, 1 September 2017.

    Kereta-kereta tambahan itu terdiri atas 12 kereta yang berangkat dari Stasiun Gambir dan 3 kereta yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen. Kereta-kereta itu akan dioperasikan mulai 30 Agustus hingga 5 September 2017. Kereta tambahan tersebut dioperasikan dengan kota tujuan antara lain Solo sebanyak 2 kereta, Yogyakarta (2), Bandung (5), Surabaya (1), dan Cirebon (5).

    “Total tambahan sebanyak 7.444 seat. Kami sudah menyiapkan 52 perjalanan reguler dengan total tempat duduk 29.310 seat,” ujar Senior Manager Humas Daop 1 Jakarta Suprapto dalam keterangan tertulis, Senin, 28 Agustus 2017.

    Perjalanan reguler akan diberangkatkan dari Stasiun Gambir sebanyak 28 perjalanan, sedangkan dari Stasiun Pasar Senen sebanyak 24 perjalanan. Dengan demikian, perjalanan kereta untuk momen liburan kali ini sebanyak 67 perjalanan dengan total 36.754 kursi. Menurut Suprapto, tingginya minat masyarakat telah terlihat sejak tiket kereta yang mulai terjual habis pada periode 30 Agustus-1 September 2017.

    Berdasarkan data penjualan tiket PT KAI pada Senin, 28 Agustus 2017, hingga pukul 13.00 WIB, tiket kereta tujuan Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah mengalami peningkatan penjualan. Suprapto menjelaskan, keberangkatan kereta dari Stasiun Gambir telah mencapai okupansi 100 persen untuk keberangkatan pada 30-31 Agustus 2017, yaitu Argo Anggrek Pagi dan Malam tujuan Surabaya Pasarturi, Argo Lawu dan Argo Dwipangga jurusan Solobalapan, Sembrani tujuan Surabaya Pasarturi, Bima dan Gajayanan tujuan Malang, Taksaka Pagi dan Malam tujuan Yogyakarta, Argo Jati dan Cirebon Ekspres tujuan Cirebon, serta Purwojaya tujuan Cilacap. “Kecuali Argo Parahyangan tujuan Bandung masih tersisa,” kata Suprapto.

    Selanjutnya, untuk keberangkatan pada Jumat, 1 September 2017, yang masih tersisa adalah Argo Anggrek Malam tujuan Surabaya Pasarturi, Argo Lawu jurusan Solobalapan, Sembrani tujuan Surabaya Pasarturi, Gajayana tujuan Malang, Taksaka Malam tujuan Yogyakarta, Argo Sindoro jurusan Semarang Tawang, Bangunkarta tujuan Surabaya Gubeng, serta Purwojaya tujuan Cilacap, dengan okupansi 75-85 persen.

    Untuk keberangkatan dari Stasiun Pasar Senen pada 30 dan 31 Agustus 2017, menurut Suprapto, tingkat okupansi sudah mencapai 100 persen, kecuali kereta Mataram Premium. “Tiket yang tersisa pun hanya di kisaran rata-rata 25 persen dari total tiket yang dijual, sedangkan untuk keberangkatan Jumat tinggal Mataram Premium, Gumarang, Gaya Baru Malam Selatan Premium, dan Menoreh yang tersisa tiketnya," tutur Suprapto.

    Suprapto menambahkan, data sisa tempat duduk akan selalu berubah dalam hitungan detik karena sistem online ticketing. Pengguna jasa kereta bisa melihat langsung ketersediaan tempat duduk melalui website resmi PT KAI di tiket.kai.id atau melalui channel-channel eksternal. “Untuk kenyamanan pengguna jasa KA, agar menghindari membeli tiket dari penawaran jasa perorangan yang akan merugikan konsumen. Pastikan reservasi melalui agen atau channel-channel resmi yang bekerja sama dengan PT KAI," ucap Suprapto.

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.