Isu Eksternal Kuatkan Posisi Rupiah di Level Rp 13.332

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Rupiah Dollar. ANTARA/Wahyu Putro A

    Ilustrasi Rupiah Dollar. ANTARA/Wahyu Putro A

    TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah pada Senin pagi tercatat Rp 13.332 per Dolar Amerika Serikat.

    Analis Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, di Jakarta, Senin, 28 Agustus 2017, mengatakan bahwa Dolar AS cenderung melemah terhadap mayoritas mata uang dunia di tengah ketegangan geopolitik di semenanjung Korea, ketidakpastian politik di Washington, serta tidak adanya pernyataan kebijakan moneter dari Bank Sentral AS atau The Fed di Jackson Hole.

    "Minimnya pembahasan kebijakan moneter dari Ketua The Fed Janet Yellen dalam pidatonya di Jackson Hole membuat pelaku pasar uang cenderung kembali masuk ke aset negara-negara berkembang," katanya.

    Ia menambahkan bahwa harga minyak mentah dunia yang relatif stabil juga turut menjaga mata uang berbasis komoditas, seperti rupiah. Terpantau harga minyak jenis WTI Crude berada di level 47,71 dolar AS per barel, dan Brent Crude di level 52,59 Dolar AS per barel.

    Baca: Nilai Tukar Rupiah Menguat Tipis 3 Poin Hari Ini

    Analis Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, menambahkan ketidakpastian akan jalannya pemerintahan Presiden AS Donald Trump seiring kembali mencuatnya pembahasan "debt ceiling" atau batas atas dari utang AS membuat aset berdenominasi dolar AS kurang diminati.

    Di sisi lain, Reza menuturkan, aliran dana asing yang masuk ke dalam negeri yang masih cukup baik, turut menjaga pasokan valas di dalam negeri sehingga menopang pergerakan rupiah. Kendati demikian, menurut dia, penguatan rupiah relatif terbatas, kondisi itu memberikan gambaran masih adanya sikap menahan diri pelaku pasar untuk masuk ke mata uang "non safe haven currency", termasuk rupiah.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.