Sesi Pembukaan, IHSG Masuk di Zona Merah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memantau grafik pergerakan penjualan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Divisi Tresuri BNI, Jakarta, 20 Maret 2017. ANTARA

    Petugas memantau grafik pergerakan penjualan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Dealing Room Divisi Tresuri BNI, Jakarta, 20 Maret 2017. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta -Usai mencetak rekor baru akhir pekan lalu, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia tergelincir ke zona merah pada awal perdagangan hari ini, Senin 28 Agustus 2017.

    IHSG hari ini dibuka dengan pelemahan 0,19 persen atau 10,99 poin di level 5.904,37 dan turun 0,08 persen atau 5,02 poin ke level 5.910,34 pada pukul 09.10 WIB.

    Adapun pada perdagangan terakhir pekan lalu, Jumat 25 Agustus 2017, IHSG kembali mengukir level tertinggi sepanjang masa setelah ditutup menguat 0,36 persen di level 5.915,36, rekor kedua dalam sepekan. Sebanyak 73 saham bergerak menguat, 23 saham bergerak melemah, dan 463 saham stagnan dari 559 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pagi ini.

    Empat dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak negatif dengan tekanan utama sektor konsumer (-0,50 persen) dan pertanian (-0,08 persen). Ada pun lima sektor lainnya bergerak positif, dipimpin sektor properti yang naik 0,32 persen.

    Tim riset Kresna Securities memprediksi IHSG masih terus membentuk candle hanging man pada resisten 5.900. IHSG diperkirakan masih cenderung terus menguji level resisten ini pada pekan terakhir Agustus, di tengah minimnya katalis penggerak pasar.

    "Pada hari ini, kami perkirakan IHSG bergerak terbatas di rentang 5.880-5.920," tulis mereka dalam risetnya hari ini. Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis27 turun 0,14 persen  atau 0,72 poin ke 531,87 pada pukul 09.11 WIB, setelah dibuka dengan pelemahan 0,24 persen atau 1,29 poin di posisi 531,30.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.