Operasional Truk di Jalan Tol Cikampek Dibatasi Selama Idul Adha  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Truk bermuatan besi terguling di jalan Tol Jakarta-Cikampek, Sabtu, 15 Oktober 2016. ISTIMEWA

    Truk bermuatan besi terguling di jalan Tol Jakarta-Cikampek, Sabtu, 15 Oktober 2016. ISTIMEWA

    TEMPO.CO, Jakarta -Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan akan membatasi operasional truk di jalan tol selama Hari Raya Idul Adha, Jumat, 1 September 2017. Direktur Lalu Lintas Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pandu Yunianto mengatakan larangan operasional angkutan barang truk tiga sumbu atau lebih pada masa Idul Adha hanya di jalan tol. “Larangan hanya untuk di jalan tol Jakarta - Cikampek - Palimanan - Brebes dan Purbaleunyi.” Dia menambahkan pihaknya juga tidak melakukan pembatasan operasional truk dengan tiga sumbu atau lebih di daerah-daerah wisata pada masa angkutan Idul Adha.

    Pembatasan operasional truk tertuang dalam Surat Edaran Dirjen Perhubungan Darat bernomor : SE.16/AJ.201/DRJD/2017, pembatasan operasional truk di jalan tol Jakarta – Cikampek – Palimanan - Brebes dan Jakarta – Cikampek – Padalarang – Cileunyi tersebut berlaku mulai dari Kamis, 31 Agustus 2017 pada pukul 12.00 WIB sampai Jumat, 1 September 2017 pukul 12.00 WIB. Pembatasan operasional kembali diberlakukan pada Minggu, 3 September 2017 sejak pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 23.59 WIB.

    Kendaraan-kendaraan truk yang dilarang beroperasi antara lain kendaraan pengangkut bahan bangunan, kereta tempelan (truk tempelan), kereta gandengan (truk gandengan), kendaraan kontainer, dan kendaraan pengangkut barang dengan sumbu lebih dari tiga.

    Adapun kendaraan-kendaraan truk yang mendapatkan pengecualian dalam larangan tersebut antara kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar gas (BBG), ternak, bahan pokok seperti beras, gula, pasir, terigu, minyak goreng, cabai merah, bawang merah, kacang tanah, kedelai, daging sapi, daging ayam, ikan segar, dan telur.

    Kemudian, truk pengangkut pupuk, susu murni, barang antaran pos, barang (bahan baku) ekspor/impor dari lokasi home industry dan atau sebaliknya ke pelabuhan ekspor/impor.

    Masih dalam SE tersebut, larangan operasional angkutan barang truk tersebut dapat dievaluasi waktu pemberlakuannya berdasarkan pertimbangan dari Polri.

    Pembatasan itu tak menuai keberatan pengusaha truk. Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Bidang Distribusi dan Logistik Kyatmaja Lookman mengatakan pihaknya tidak keberatan lantaran langkah pemerintah hanya membatasi waktu operasional truk. “Kalau sebatas pembatasan waktu untuk mengurangi kepadatan kami setuju saja,” kata Kyatmaja di Jakarta pada Jumat, 25 Agustus 2017. 

    Dia menjelaskan, pihaknya tidak keberatan adanya pembatasan operasional angkutan barang truk tersebut karena pada waktu pembatasan arus lalu lintas jalan raya juga sedang padat.

    Dalam perhitungannya, pemerintah hanya melakukan pembatasan selama 24 jam pada Kamis, 31 Agustus 2017 hingga Jumat, 1 September 2017 dan 18 jam pada Minggu, 3 September 2017. 

    Terkait dengan pembatasan operasional yang dilakukan pemerintah, dia meyakini pemerintah tidak ingin kejadian pada 2015 terulang kembali. Pada saat itu, waktu tempuh perjalanan dari Jakarta menuju Bandung bisa mencapai 15 jam akibat kemacetan.

    Meskipun tidak keberatan dengan pembatasan operasional yang dikeluarkan pemerintah, Kyatmaja berharap tidak ada perpanjangan pembatasan opersional angkutan barang truk dengan tiga sumbu atau lebih.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.