Gojek Dapat Suntikan USD 100 Juta dari Raksasa E-Commerce Cina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengemudi Go-Jek duduk saat mereka menunggu pesanan mereka di sebuah warung makan di Jakarta, 13 Juli 2017. REUTERS/Beawiharta

    Pengemudi Go-Jek duduk saat mereka menunggu pesanan mereka di sebuah warung makan di Jakarta, 13 Juli 2017. REUTERS/Beawiharta

    TEMPO.CO, Jakarta -JD.com Inc dikabarkan telah menanamkan investasi di Go-Jek, sebagai bagian ekspansi bisnis perusahaan e-commerce terbesar kedua China untuk ikut berperan dalam pertumbuhan layanan berbasis mobile di Asia Tenggara.

    Salah satu sumber menyebutkan investor Go-Jek sebelumnya, seperti perusahaan ekuitas swasta global KKR and Co dan Walburg LLC serta Sequoia Capital telah mengumpulkan sekitar US$100 juta dari JD.com.

    Seperti dilansir Reuters, Go-Jek telah megumpulkan dana hingga US$1 miliar dari investor lama dan baru dalam putaran pendanaan terbarunya dan memiliki pre-money valuation berkisar US$2,5 miliar.

    Sayangnya, baik Go-Jek maupun JD.com menolak berkomentar terkait dengan rencana pembiayaan tersebut.

    Saat ini, Indonesia merupakan negara terbesar tempat JD.com berinvestasi di luar China, termasuk yang mencakup platform e-commerce dan startup perjalanan Traveloka.

    Investasi JD.com di Go-Jek mengikuti perusahaan hiburan onlen China, Tencent Holdings Ltd, yang juga merupakan investor di JD.com. Setidaknya, hingga bulan lalu, Tescent telah berinvestasi sekitar US$100 juta - US$150 juta di Go-Jek.

    Beberapa sumber juga menyebutkan Tescent sedang dalam pembicaraan dengan Go-Jek untuk langkah investasi lebih lanjut. Sejauh ini, aplikasi Go-Jek telah diunduh lebih dari 40 juta di Indonesia.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.