Pemilu dan Asian Games Dinilai Bisa Dongkrak Perekonomian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Logo baru Asian Games 2018.

    Logo baru Asian Games 2018.

    TEMPO.CO, Jakarta - Perhelatan pemilihan umum dan Asian Games dinilai mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional kendati pertumbuhan ekonomi dunia masih lesu. Indonesia akan memiliki sejumlah agenda besar seperti Pilkada 2018, Pemilu 2019, hingga Asian Games 2018. Kegiatan-kegiatan besar dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

    Itu sebabnya, anggota Komisi Keuangan DPR Johnny G. Plate mendukung target pertumbuhan ekonomi yang dipatok pemerintah dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018. Di RAPBN tersebut, ekonomi ditargetkan tumbuh 5,4 persen.

    "Mau pemerintah konservatif atau optimis? Kalau saya herharap pemerintah optimis, bukan kerja dengan santai-santai," kata Johnny dalam diskusi di Restoran Warung Daun, Jakarta, Jumat, 25 Agustus 2017.

    Baca: Jusuf Kalla: Persiapan Asian Games 2018 Sesuai Rencana

    Menurut Johnny, pertumbuhan ekonomi dunia memang masih moderat. Ekonomi Amerika Serikat diprediksi hanya sebesar 2,2 persen. Pertumbuhan ekonomi Cina pun hanya diperkirakan sebesar 6 persen. "Sehingga sampai saat ini harga komoditas belum membaik," ujarnya.

    Namun, Johnny optimistis ekonomi membaik. Pada 2018, konsumsi akan didorong oleh belanja terkait Pilkada 2018 dan Pemilu 2019 yang persiapannya dimulai tahun depan. "Didorong pula oleh kegiatan interasional, yakni Asian Games dan IMF-World Bank Annual Meeting," katanya.

    Politikus Partai NasDem itu pun berujar, dengan telah dilaksanakannya amnesti pajak pada 2016 lalu, basis data pajak meningkat. Hal tersebut, menurut Johnnya, dapat meningkatkan rasio perpajakan sehingga akhirnya dapat mendorong penerimaan pajak.

    Simak: Jokowi Buka Hitung Mundur Asian Games 2018 

    Ekonom Institute for Development of Economics and Finance, Bima Yudhistira, menilai bahwa target pertumbuhan ekonomi pada 2018 tidak realistis. Dia mempertanyakan sumber-sumber pertumbuhan yang dapat diandalkan pemerintah untuk mencapai target itu.

    Menurut Bima, pertumbuhan ekonomi dunia pada 2018 masih melambat, khususnya Cina. "Sebagian besar ekspor kita ke Cina. Satu persen ekonomi Cina turun, itu akan berdampak ke pertumbuhan ekonomi kita 0,11 persen. Jadi kita harus hati-hati membuat asumsi yang kredibel," katanya.

    ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.