Cegah Pedofil, Kominfo Susun Buku Panduan Berselancar di Internet

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pedofil, pelecehan, eksploitasi, pornografi dan perdagangan anak. shutterstock.com

    Ilustrasi Pedofil, pelecehan, eksploitasi, pornografi dan perdagangan anak. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Aksi predator seks pada anak (pedofil) melalui internet bisa mengancam siapa saja. Karena itu, pemerintah menyusun buku panduan tentang berselancar di Internet. Salah satu tujuannya adalah untuk melindungi anak-anak dari serangan predator seks saat berselancar di dunia maya.

    Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Samuel Abrijani Pangerepan mengatakan pihaknya telah membuat Peta Jalan Perlindungan Anak Indonesia di Internet yang berfungsi sebagai panduan orang tua dalam mengawasi anak-anaknya aman berselancar di dunia maya. "Tahun 2012 itu saya melakukan penelitian terkait konsumen internet. Hasilnya, anak usia 5 tahun pun sudah bisa pakai internet," kata Samuel.

    Baca: Pedofil, Simak 9 Cirinya! Jangan Terkecoh Penampilan Fisik

    Samuel menjelaskan perlu adanya pengawasan dari setiap pihak agar anak-anak bisa mengakses informasi yang aman dari para predator seks. Salah satu cara yang dilakukan sebagai langkah pengamanan tersebut, pemerintah bekerja sama dengan Komisi Perlindungan Anak dan Ibu, UNICEF, PUSTEKKOM UI, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, dan komunitas yang peduli pada anak menyusun sebuah buku berjudul Peta Jalan Perlindungan Anak Indonesia Di Internet.

    Buku panduan tersebut diakui Doni Budi Utomo, perwakilan Information and Communication Technology (ICT) Watch, belum sempurna. "Buku itu memang saat ini hanya pengantar. 28 Oktober nanti di momentuh Sumpah Pemuda akan ada Festival Literasi. Di momen itu akan kami sempurnakan bukunya," ujarnya.

    Simak: Bongkar Grup Pedofil, Plat Nomor Sepeda Motor Jadi Petunjuk

    Budi juga menjelaskan tampilan saat buku panduan telah rampung akan mudah dibaca dan dimengerti pembaca. Adapun teknis pendistribusian, Maria Advianti, Mantan Komisioner KPAI menjelaskan buku panduan akan disalurkan lewat komunitas dan sekolah-sekolah. "Jadi setiap ada seminar anak dan kunjungan ke sekolah, kami akan diatribusikan buku panduan tersebut," ujarnya. Ia berharap dengan adanya buku panduan tersebut, angka kejahatan terhadap anak, termasuk aksi pedofil dapat dihindari. 

    M. JULNIS FIRMANSYAH | WAWAN PRIYANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.