Proyek Apartemen Baru di Jabodetabek Makin Pesat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Proyek pembangunan apartemen Regata tahap dua di Jakarta, 7 Januari 2016. Pembangunan tahap dua apartemen Regata menempati lahan seluas 16.921 meter persegi. TEMPO/Tony Hartawan

    Proyek pembangunan apartemen Regata tahap dua di Jakarta, 7 Januari 2016. Pembangunan tahap dua apartemen Regata menempati lahan seluas 16.921 meter persegi. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Apartemen baru di Jakarta dan sekitarnya atau Jabodetabek terus bermunculan. PT Intiland Development Tbk, misalnya. Pengembang properti ini meluncurkan superblok bertingkat tinggi Fifty Seven Promenande di atas lahan seluas 3,2 hektare di kawasan Waduk Kebun Melati, Jakarta Pusat.

    "Nantinya terdapat kondominium, perkantoran, apartemen servis, dan kawasan ritel," kata Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi PT Intiland Development Tbk Archied Noto Pradono di Jakarta, Selasa, 22 Agustus 2017.

    Proyek yang rencananya baru akan dipasarkan 26 Agustus mendatang, menurut Archied, sebagai jawaban kebutuhan masyarakat terhadap hunian terintegarasi di tengah kota serta memiliki lokasi strategis di sekitaran kawasan bisnis Sudirman-Thamrin Jakarta Pusat.

    Baca: Penjualan Apartemen Diprediksi Naik 15 Persen Lebih

    "Secara umum pasar properti masih menantang, namun kami yakin masyarakat membutuhkan hunian ataupun perkantoran yang nyaman dan mudah diakses, serta lingkungan yang sudah berkembang pesat, menjadi keunggulan proyek kami."

    Lokasi proyek tersebut memang dekat dengan Bundaran Hotel Indonesia, yang  nantinya terjangkau berbagai moda transportasi mulai dari MRT, LRT, TransJakarta, commuter line, dan kereta cepat Bandara Soekarno Hatta.

    Geliat proyek apartemen tidak hanya di tengah Ibu Kota, tapi juga berkembang di pinggiran Jakarta. Seperti proyek Apartemen Cimanggis City seluas 1 hektare di Cimanggis, Jawa Barat, yang pemancangan tiang perdananya akan dilakukan pada November 2017. Pengembang proyek ini adalah PT Permata Sakti Mandiri.

    Ditektur Proyek Cimanggis City, Sanggam Sitorus, mengatakan saat ini perusahaan tengah menyelesaikan izin lokasi dan pemanfataan ruang. Dalam dua bulan ke depan ditargetkan proses izin rampung dan langsung dapat memulai pembangunan.  "Kami masih mencari kontraktor yang tepat untuk proyek dengan investasi Rp 400 miliar tersebut," kata Sanggam.

    Baca: Dalam 2 Tahun Jakarta Diserbu Apartemen Baru

    Sanggam menuturkan saat ini penjualan telah mencatatkan sekitar 280 unit sejak dilepas Mei lalu. Perusahaan menargetkan hingga akhir tahun akan menjual 50 persen dari total 1.600 unit dalam dua menara.  Rencananya, Cimanggis City didesain dengan tinggi 24 lantai. Perusahaan hanya menawarkan dua tipe unit yakni studio ukuran 21 m2 dan tipe dua kamar ukuran 36 m2. Harga jual saat ini berkisar Rp 11,5 juta per m2.  

    Direktur Utama PT Permata Sakti Mandiri Agus Susilo mengatakan permintaan hunian kelas menengah di Jabodetabek yang semakin tinggi dan lahan yang semakin terbatas membuat banyak para investor membidik kawasan destinasi baru.  

    “Proyek kami nantinya akan berada di lokasi strategis dengan akses transportasi melintasi jalan utama dan dekat dengan  pintu Tol Cijago serta stasiun LRT Cibubur – Ciracas,” ujar Agus. 

    Sebelumnya, Perum Perumnas bersama PT Kereta Api Indonesia sudah berkomitmen membangun hunian vertikal dengan konsep transit oriented development (TOD) di dua stasiun kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek. Dua stasiun itu adalah Pondok Cina di Depok dan Tanjung Barat di Jakarta Selatan.

    Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Tri Wibowo mengatakan, dua apartemen yang berbentuk tower di atas stasiun tersebut memiliki kapasitas total 2.000 unit. "Pasti laris itu," kata Bambang saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta,  Rabu, 8 Maret 2017.

    Menurut Bambang, di apartemen baru tersebut akan dibangun pula dua lantai khusus untuk kegiatan komersial. "Nanti yang tinggal di situ kalau mau makan, mau apa-apa, ada. Kalau mau kemana-mana juga tinggal turun. Biaya transportasi, biaya kemacetan, tidak ada lagi," ujar Bambang.

    ANTARA | BISNIS.COM | ANGELINA ANJAR SAWITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Catatan Kinerja Pemerintahan, 100 Hari Jokowi - Ma'ruf Amin

    Joko Widodo dan Ma'ruf Amin telah menjalani 100 hari masa pemerintahan pada Senin, 27 Januari 2020. Berikut catatan 100 hari Jokowi - Ma'ruf...