BEI Siapkan Papan Perdagangan Saham UKM

Reporter

Wakil Gubernur DKI Jakarta Terpilih, Sandiaga Uno, resmi membuka perdagangan saham hari ini dan meluncurkan program OK OCE (One Kecamatan One Center for Entrepreneurship) Stock Center yang telah diresmikan pada April 2017 lalu di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 2 Juni 2017. Dalam pembukaan, Sandi berharap IHSG bisa terus naik sehingga bisa mencapai 6.100. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang menyiapkan aturan mengenai papan khusus bagi saham-saham perusahaan kecil dan menengah atau UKM. Direktur Pengembangan BEI Nicky Hogan mengatakan aturan ini diperlukan untuk mendorong penambahan jumlah emiten di pasar modal. “Otoritas Jasa Keuangan juga telah mengeluarkan aturan mengenai kriteria perusahaan kecil dan menengah. Kami siapkan aturan pendukungnya,” ujarnya, dikutip dari Koran Tempo edisi Rabu 23 Agustus 2017.

Simak: Raih Pendanaan dan Ekspansi, BEI Siapkan IPO untuk UKM

Saat ini, Nicky mengungkapkan, BEI sedang mempelajari kriteria jumlah pemegang saham serta persentase saham yang akan dilepas ke publik jika perusahaan UKM akan menggelar penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). Selain itu, akan disusun aturan mengenai direksi independen perusahaan kecil dan menengah. Menurut dia, di gedung BEI, saat ini terdapat papan utama dan papan pengembangan.

Papan utama disediakan untuk mencatatkan saham dari perusahaan yang memiliki aktiva bersih minimal Rp 100 miliar dan memiliki pengalaman operasional 36 bulan. Sedangkan papan pengembangan disediakan untuk mencatatkan saham dari perusahaan yang memiliki aktiva berwujud bersih sekurang-kurangnya Rp 5 miliar dan memiliki pengalaman operasional sekurang-kurangnya 12 bulan.

Kepada Tempo, Senin lalu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Bidang Hubungan Internasional dan Investasi Shinta Widjaja Kamdani sedang menjajaki aturan khusus pencatatan saham perdana perusahaan rintisan (startup) berbasis teknologi informasi di BEI. Asosiasi sedang menggodok usul sebelum mengajukannya ke OJK. “Kami meminta pemerintah tidak hanya melihat ukuran, tapi lihat juga potensi perusahaan,” ucapnya.

Regulasi itu, menurut Shinta, mirip dengan rencana OJK menerbitkan aturan yang mempermudah usaha mikro, kecil, dan menengah melantai di bursa saham. Pencatatan saham di bursa bertujuan memperluas pilihan pendanaan bagi perusahaan rintisan. Selama ini, kata Shinta, sebagian besar startup memperoleh pendanaan dari perusahaan modal ventura. Padahal jumlah perusahaan dan kucuran modalnya masih terbatas.

Shinta mafhum bahwa mencari dana di pasar saham tidaklah mudah. Perusahaan rintisan harus mengikuti standar pencatatan keuangan dan kepatuhan aturan. Startup juga harus bersedia menerapkan prinsip good corporate governance yang diaudit saban tahun. Untuk menyiapkan hal tersebut, dia menawarkan bantuan inkubasi melalui perusahaannya, Angel Investment Network Indonesia (ANGIN). Inkubator yang berdiri pada 2013 itu kini mengasuh 60 perusahaan rintisan. ANGIN juga sudah menyuntikkan modal awal (seed funding) kepada 15 perusahaan.

Kepala Eksekutif Bubu.com Shinta Dhanuwardoyo mengatakan perusahaan rintisan berpeluang mencari dana segar di bursa saham. Tapi nama mereka tidak bisa bertengger di papan utama, melainkan di papan pengembangan. Sebab, salah satu persyaratan penjualan saham di papan utama adalah memiliki aktiva berwujud bersih (net tangible asset) minimal Rp 100 miliar.

Mencari investor di bursa, terutama untuk perusahaan UKM juga tidak mudah. Sebab, banyak institusi pemodal tidak boleh membeli saham perusahaan yang belum membukukan laba bersih. Padahal banyak perusahaan rintisan yang masih memperkuat pasar pada tahap awal pendiriannya. “Jika animo beli dari investor institusi rendah, akan sulit juga untuk menjadikan IPO (initial public offering) sukses,” ujar Shinta.

PUTRI ADITYOWATI | ROBBY IRFANY






Proyeksi IHSG 2023, Alasan Perlu Waspada di Semester I dan Peluang di Semester II

26 hari lalu

Proyeksi IHSG 2023, Alasan Perlu Waspada di Semester I dan Peluang di Semester II

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan cenderung tertekan pada semester I 2023.


Produsen Minuman Beralkohol Cap Tikus Melantai di BEI, Ini Profil Perusahaan dan Komisaris Utamanya

28 hari lalu

Produsen Minuman Beralkohol Cap Tikus Melantai di BEI, Ini Profil Perusahaan dan Komisaris Utamanya

Produsen minuman beralkohol merek Cap Tikus, PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk., resmi melantai di BEI. Begini profil perusahaan dan komisaris utamanya.


Bursa Kripto Ditargetkan Terealisasi Tahun Ini, Seperti Apa Perannya Nanti?

29 hari lalu

Bursa Kripto Ditargetkan Terealisasi Tahun Ini, Seperti Apa Perannya Nanti?

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti menargetkan bursa aset kripto dapat terealisasikan tahun ini.


Suspensi Saham Dibuka, Garuda Janji Optimalkan Momentum Kebangkitan Kinerja

32 hari lalu

Suspensi Saham Dibuka, Garuda Janji Optimalkan Momentum Kebangkitan Kinerja

Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka suspensi saham PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk.


Seluruh Bank Umum Sudah Punya Modal Inti Rp 3 Triliun, Tak Ada yang Turun Kasta

32 hari lalu

Seluruh Bank Umum Sudah Punya Modal Inti Rp 3 Triliun, Tak Ada yang Turun Kasta

Seluruh bank umum telah memenuhi modal inti Rp 3 triliun hingga akhir batas waktu 31 Desember 2022 sehingga tidak ada yang turun kasta menjadi BPR.


Singgung Pencabutan PPKM, Jokowi: Bukan Gagah-gagahan, Berharap Ekonomi Lebih Baik

33 hari lalu

Singgung Pencabutan PPKM, Jokowi: Bukan Gagah-gagahan, Berharap Ekonomi Lebih Baik

Jokowi ketika membuka resmi perdagangan Bursa Efek Indonesia pada hari ini menyinggung pencabutan kebijakan PPKM pada akhir tahun 2022.


Wapres Minta OJK dan BEI Maksimalkan Perlindungan Investor

35 hari lalu

Wapres Minta OJK dan BEI Maksimalkan Perlindungan Investor

Ma'ruf Amin memperingatkan agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) meningkatkan pengawasan dan perlindungan para investor.


Pesan Wapres ke Investor untuk Tahun Depan: Waspada dan Hati-hati

36 hari lalu

Pesan Wapres ke Investor untuk Tahun Depan: Waspada dan Hati-hati

Wakil Presiden Ma'ruf Amin resmi menutup perdagangan Bursa Efek Indonesia tahun 2022.


BEI: Pasar Modal RI Punya 10,3 Juta Investor, 81 Persen Ritel

36 hari lalu

BEI: Pasar Modal RI Punya 10,3 Juta Investor, 81 Persen Ritel

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman melaporkan bahwa pasar modal Indonesia memiliki 10,3 juta investor.


Penutupan Perdagangan 2022, Bos BEI: IHSG Bergerak di Zona Positif Sepanjang Tahun Ini

36 hari lalu

Penutupan Perdagangan 2022, Bos BEI: IHSG Bergerak di Zona Positif Sepanjang Tahun Ini

Iman Rachman mengatakan sepanjang tahun ini IHSG berhasil bergerak di zona positif.