Larangan Motor di Rasuna Said, Menhub Peringatkan Pemda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengendara sepeda motor di kawasan TB.Simatupang, Jakarta, Rabu (3/2). Sekjen Masyarakat Transportasi Indonesia mengatakan, selama sarana transportasi belum baik kami tidak merekomendasikan pembatasan pengguna sepeda motor. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Pengendara sepeda motor di kawasan TB.Simatupang, Jakarta, Rabu (3/2). Sekjen Masyarakat Transportasi Indonesia mengatakan, selama sarana transportasi belum baik kami tidak merekomendasikan pembatasan pengguna sepeda motor. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyarankan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta agar berhati-hati dalam menerapkan aturan pembatasan sepeda motor di ruas jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. “Mesti diterapkan secara bertahap karena berkaitan dengan kepentingan masyarakat,” ujarnya saat ditemui d Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa, 22 Agustus 2017.

    Budi  akan mengajak pihak-pihak terkait, termasuk masyarakat dan para ahli untuk mendiskusikan ihwal pelarangan penggunaan kendaraan roda dua tersebut. ”Kami ingin mengajak masyarakat berdiskusi, terutama para ahli. Lusa, kami akan mendiskusikan masalah ini dan bagaimana solusinya," ucapnya. 

    Budi menyatkaan prihatin dengan aturan pembatasan sepeda motor di jalan Rasuna Said. Sebab ia mengaku terkadang masih menggunakan sepeda motor. Namun, menurut dia, mungkin pemerintah daerah ada  prioritas sehingga harus memberlakukan kebijakan itu. 

    “Untuk Jakarta, saya mengerti. Bila ada suatu kegiatan, pasti menimbulkan kemacetan. Oleh karenanya, inisiasi dari Pemda Jakarta itu kami hargai,” ucap Budi.

    Soal aturan lebih banyak diberlakukan kepada pengguna sepeda motor, Budi berujar, bukan berarti pemerintah 'menganakemaskan' pengendara mobil. Pemerintah memberlakukan kebijakan pengendara mobil secara sistematis. Aturan terhadap kendaraan pribadi pada umumnya  diterapkan secara berkala untuk mendorong masyarakat  beralih ke angkutan umum.

    “Jadi k bukan tidak dilakukan. Saat ini sudah dilakukan pembangunan MRT, LRT, dan BRT. Untuk mengatur mobil kan sekarang parkirnya jadi mahal, ganjil genap juga kita berlakukan. Kita sudah merencanakan jangka panjang,” kata Budi.

    Pembatasan sepeda motor melintas di  jaln Rasuna Said-Sudirman akan  segera diujicoba September mendatang. Pelarangan sepeda motor dimaksudkan untuk menekan angka kecelakaan yang mayoritas penyebab dan pelakunya merupakan pengendara bermotor. Pembatasan akan dilakukan pukul 06.00-23.00 di luar hari Sabtu dan Minggu.

    Adapun sanksi yang akan diberikan kepada pelanggar jika sudah melewati tahap sosialisasi adalah akan dijerat Pasal 287 tentang pelanggaran lalu lintas dengan ancaman kurungan 2 bulan dan denda Rp 500 ribu. Setelah sosialisasi, dilanjutkan dengan uji coba pada 12 September 2017 hingga 10 Oktober. Sedangkan evaluasi uji coba tersebut dilakukan pada 14, 20, dan 28 September. Selanjutnya, disiapkan peraturan gubernur dan aturan baru ini diterapkan mulai 11 Oktober 2017. 

    CAESAR AKBAR|SETIAWAN ADIWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?