Bank Mandiri Stock Split dengan Rasio 1:2, Ini Alasannya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direksi Bank Mandiri melakukan konferensi pers pasca Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, 21 Agustus 2017. TEMPO/Bianca A.

    Direksi Bank Mandiri melakukan konferensi pers pasca Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, di Plaza Bank Mandiri, Jakarta, 21 Agustus 2017. TEMPO/Bianca A.

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank Mandiri melakukan pemecahan saham (stock split) dengan rasio 1:2 untuk meningkatkan volume transaksi perdagangan serta mengubah susunan direksi. Keputusan tersebut diambil setelah melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin, 21 Agustus 2017 di Plaza Mandiri, Jakarta.

    "Melalui aksi korporasi stock split dan penunjukan komisaris yang baru tersebut, Perseroan optimistik dapat menjaga kinerja positif yang telah dibukukan pada tahun ini serta melanjutkan transformasi menuju salah satu bank tebaik di Asia Tenggara pada 2020," kata Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo.

    Dalam keputusan tersebut, pelaksanaan stock split akan ditentukan oleh perseroan dengan memperhatikan kondisi pasar. Sebelumnya pada penutupan perdagangan Jumat, 18 Agustus 2017, saham Bank Mandiri (BMRI) diperdagangkan pada Rp.13.100 per lembar saham.

    Keputusan stock split tersebut menurut Kartika dilakukan untuk memperluas kepemilikan saham Bank Mandiri di dalam negeri. Selama ini menurut Kartika, saham Bank Mandiri masih terkonsentrasi oleh saham asing. Oleh karena itu, Bank Mandiri ingin agar saham per lotnya dapat lebih terjangkau sehingga diramaikan oleh suntikan dana dari dalam negeri.

    Baca: Rencana Akusisi, Bank Mandiri Dekati Dua Bank Filipina

    Selain memutuskan stock split, RUPSLB tersebut juga memutuskan beberapa perubahan susunan direksi BMRI. Hartadi A Sarwono diangkat sebagai Komisaris Utama Perseroan menggantikan Wimboh Santoso yang terpilih menjadi  Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2022.

    Tak hanya itu, para pemegang saham juga mengangkat R. Widyopramono sebagai Komisaris. Adapun Darmawan Junaidi diangkat menjadi Direktur Perseroan.

    Sejauh ini kinerja Perseroan BMRI terbolang positif, terlihat dari pertumbuhan penyaluran kredit yang mencapai 11,6 persen pada Juni tahun ini menjadi Rp. 682 triliun. Hal tersebut kemudian mendorong Bank Mandiri untuk mempertahankan reputasi sebagai Bank dengan jumlah aset terbesar di Indonesia.

    Bank Mandiri membukukan aset sejumlah Rp. 1.067,4 Triliun pada akhir Juni 2017, atau naik 33,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dari kinerja tersebut, Bank Mandiri berhasil mendapat laba bersih sebesar Rp 9,5 triliun.
     

    BIANCA ADRIENNAWATI | DEWI RINA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.